Site icon News Today

13,5 Juta Barel BBM Rusia Bakal Mengalir ke AS demi Redam Kenaikan Harga Diesel



loading…

Presiden Donald Trump membuat pengumuman yang mengubah peta politik dan energi dunia, usai sepakat melakukan impor BBM dari Rusia. Foto/Dok

JAKARTA – Di tengah kepanikan lonjakan biaya hidup jelang pemilu sela (midterm elections) Amerika Serikat (AS) , Presiden Donald Trump membuat pengumuman yang mengubah peta politik dan energi dunia. Trump mengklaim telah menjalin kesepakatan langsung dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk menggelontorkan jutaan barel BBM jenis diesel dari Rusia secara “seketika” (immediately) ke pasar global.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Jumat (9/10) waktu setempat, Trump membeberkan bahwa Rusia akan segera merilis tahap awal sebesar 300.000 ton (sekitar 2,2 juta barel) diesel, disusul 500.000 ton pada bulan November, dan 1 juta ton tak lama setelahnya. Total pasokan BBM Rusia yang akan digelontorkan mencapai 13,5 juta barel.

Keputusan dadakan ini diambil AS setelah rata-rata harga diesel di dalam negeri meroket ke level mengkhawatirkan USD6,28 per galon, menurut data AAA pada hari Jumat. Lonjakan ini mengancam elektabilitas partai di tengah isu inflasi dan biaya hidup yang mendominasi pikiran para pemilih.

Baca Juga: Rusia Ketiban Durian Runtuh, Pendapatan Minyak Cetak Rekor Rp49 Triliun di Tengah Perang Teluk

Dengan gaya khasnya, Trump menyuarakan klaim kemenangan atas situasi krisis energi saat ini. “Di antara kontrol total kita atas Selat Hormuz, dan pengumuman luar biasa tentang Energi Rusia ini, Harga Diesel untuk warga Amerika dan dunia akan turun hingga menyentuh rekor, dan cepat!” tulis Trump di Truth Social.

Untuk memuluskan kesepakatan tingkat tinggi ini, Departemen Keuangan AS (US Treasury) langsung bertindak cepat dengan melonggarkan sanksi energi terhadap Moskow. Dokumen resmi yang diunggah di situs Kemenkeu AS menunjukkan bahwa pembatasan impor diesel Rusia resmi dilonggarkan hingga 7 April 2027.

Selain membuka jalan bagi BBM Rusia, pemerintahan Trump juga melonggarkan aturan penggunaan red-dyed diesel (bahan bakar khusus pertanian yang bebas pajak). Langkah ini dinilai akan memberi nafas lega bagi para petani Amerika, meski dinilai kurang berdampak langsung pada armada truk logistik.



–

Exit mobile version