Site icon News Today

5 Jurnalis Belum Ditemukan, Pencarian Selat Sunda Diperluas


SELURUH KEKUATAN DIKERAHKAN

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan sektor selatan hingga radius sekitar 20 mil laut dari titik tengah Gunung Anak Krakatau telah disisir.

Operasi hari ketiga direncanakan dimulai pukul 07.00 WIB. Waktu tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kondisi perairan yang biasanya lebih tenang pada pagi hari.

“Untuk besok, mungkin kita akan memperluas ke sisi utara sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin seperti itu. Dan tetap di dekat area Gunung Krakatau,” jelas Al Amrad.

Pada hari kedua, tim gabungan mengerahkan tujuh SAR Unit (SRU) yang dibagi dalam lima sektor dengan dukungan sembilan alat utama pencarian.

Basarnas mengoperasikan KN SAR Tetuka serta tiga Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Kantor SAR Banten dan Lampung.

TNI Angkatan Laut turut mengerahkan KRI Leuser, KRI Kerambit, KRI Lepu, KAL Anyer, dan KAL Pahawang. Polairud juga menerjunkan KP Sanjaya.

Armada tersebut ditempatkan di sejumlah sektor untuk memperluas penyisiran, mulai dari barat laut hingga tenggara Gunung Anak Krakatau, Teluk Semangka, Pulau Sebuku, Pulau Lagundi, dan kawasan perairan lainnya.

Selain pencarian melalui permukaan laut, drone sempat diterbangkan dari KN SAR Tetuka di sekitar Pulau Sebuku untuk memperluas pemantauan visual.

“Selain penyisiran permukaan laut, KN SAR Tetuka juga sempat menerbangkan drone di sekitar Pulau Sebuku guna memaksimalkan pencarian visual, meski harus dibatasi demi faktor keselamatan,” kata Al Amrad.

Operasi menghadapi kondisi gelombang yang berbeda di setiap sektor akibat pengaruh arus laut. Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung juga menjadi pertimbangan keselamatan tim.

Pencarian turut melibatkan potensi SAR lokal, termasuk relawan dan nelayan di sekitar Selat Sunda.



Source link

Exit mobile version