JAKARTA: Tim gabungan menggagalkan penyelundupan sekitar 1,3 ton ketamin di perairan Natuna, Kepulauan Riau, serta mengamankan delapan anak buah kapal (ABK) yang diduga terlibat jaringan narkotika internasional.
Operasi tersebut melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea dan Cukai, TNI Angkatan Laut, Bareskrim Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), serta Polda Kepulauan Riau.
Kompas.id pada Senin (10/8), melaporkan, pengungkapan bermula dari informasi intelijen BNN dan Bea Cukai pada Februari 2026 mengenai kapal Fude atau King Sun yang diduga mengangkut narkotika dari Teluk Thailand menuju Indonesia. Informasi tersebut kemudian diperkuat data intelijen Taiwan Coast Guard pada awal Agustus.
Setelah kapal terpantau memasuki wilayah Indonesia pada Kamis (6/8), TNI AL mengerahkan KRI Kerambit-627, KRI Surik-645, dan KRI Karotang-872 untuk melakukan penyekatan. KRI Kerambit kemudian membayangi kapal dan menurunkan tim pemeriksa saat kapal berada di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, sekitar 20 kilometer di utara Tanjung Berakit, Kepulauan Riau.
“Dalam operasi gabungan tersebut, petugas mengamankan sebuah kapal bernama King Sun beserta delapan orang anak buah kapal (ABK) yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika internasional,” kata Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam keterangannya, dikutp dari Kumparan, Senin (10/8).
Kapal kemudian dikawal menuju Bintan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dengan bantuan unit K-9 dan pendalaman terhadap awak kapal, petugas menemukan tempat penyimpanan rahasia di bawah lantai kamar seorang ABK asal Taiwan.
Dari lokasi tersebut, petugas menyita 65 karung yang masing-masing berisi 20 bungkus teh China berwarna hijau, sementara satu karung berisi 18 bungkus. Seluruhnya diduga mengandung ketamin berbentuk kristal dengan berat bruto sekitar 1,3 ton yang nilainya diperkirakan mencapai Rp2,6 triliun.
Delapan ABK yang diamankan berinisial ZO, MML, KH, MM, TA, ML, TMH, dan PL. Mereka terdiri dari seorang warga negara Taiwan dan tujuh warga negara Myanmar.
BNN masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap pihak lain yang terlibat, jaringan sindikat, serta jalur logistik internasional yang digunakan. “Pengungkapan ini menjadi langkah penting dalam memutus jalur masuk narkotika melalui jalur laut sekaligus membongkar jaringan peredaran gelap narkotika lintas negara,” kata Suyudi.

Leave a Reply