Menurut Hao, kondisi saat ini tidak sesederhana menjadikan posisi tersebut sebagai alat tawar geopolitik.
Jaringan manufaktur China sangat luas dan tersebar, sementara berbagai komponen mengalir melalui rantai pasok komersial yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan Beijing.
Meski demikian, pembelian yang didanai UE dapat semakin memperkuat posisi pemasok China melalui pesanan yang lebih besar, skala ekonomi, dan potensi “efek ketergantungan pada pemasok”, seperti disebut Hao, sehingga produsen Eropa semakin sulit beralih ke pemasok lain.
Menurutnya, kondisi itu juga memberi Beijing opsi untuk memperketat izin ekspor atau membatasi akses terhadap produk guna-ganda tertentu jika ketegangan politik meningkat.
Beijing sendiri telah menunjukkan kesediaannya memperketat kontrol ekspor terkait drone.
Pada Rabu (5/8), China mengumumkan pembatasan ekspor drone ke Amerika Serikat dan memasukkan enam perusahaan ke daftar hitam sebagai respons atas sanksi perdagangan terbaru Washington.
Namun, seberapa besar pengaruh yang pada akhirnya dimiliki Beijing dari posisi tersebut masih belum jelas, kata para analis.
“Eropa tidak perlu terlalu khawatir bahwa ketergantungannya pada China akan menjadi kerentanan serius,” kata Sun Yun, direktur program China di Stimson Center, lembaga pemikir kebijakan luar negeri yang berbasis di Washington, kepada CNA. Ia mengatakan, kedua pihak kecil kemungkinan berhadapan dalam konflik langsung.
“Namun, ketergantungan itu akan menjadi kerentanan dan memberi China kemampuan untuk memengaruhi agenda serta kebebasan bertindak Eropa,” katanya.
Menurut Hao, upaya menjadikan ketergantungan tersebut sebagai senjata akan “membatasi diri sendiri”. Pembatasan oleh Beijing dapat mendorong Eropa memperketat aturan kandungan lokal, mengambil langkah perdagangan yang lebih tegas, dan mempercepat investasi pada pemasok alternatif, katanya.
Alih-alih sepenuhnya meninggalkan pemasok China, Hao memperkirakan, pasar akan bergerak menuju apa yang disebutnya sebagai “rantai pasok tersegmentasi”.
Menurutnya, sistem militer yang lebih sensitif dan terhubung akan semakin banyak menggunakan komponen dari Eropa atau mitra tepercaya, sementara komponen China yang lebih murah masih dapat digunakan untuk drone sekali pakai yang diproduksi dan hilang dalam jumlah besar.
“Perusahaan China mungkin tetap memiliki peran komersial dalam jangka panjang, tetapi ketergantungan saat ini juga akan mempercepat investasi Eropa dalam produksi di dalam negeri dan Ukraina,” kata Hao.

Leave a Reply