Kelompok lain, AMDB dari Depok, membawa tiga tuntutan utama, yakni mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset, meminta hukuman mati bagi koruptor, serta meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok.

Sementara itu, aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) yang terdiri dari 14 organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil, dijadwalkan menggelar aksi mulai pukul 14.00 WIB dengan perkiraan sekitar 1.000 peserta. Koordinator Aksi GERAM Ahmad Mixel mengatakan, demonstrasi tersebut merupakan bentuk pengawasan masyarakat terhadap fungsi legislasi, pengawasan dan anggaran DPR.

GERAM membawa 10 tuntutan yang mencakup isu politik, ekonomi dan pelayanan publik. Di antaranya, tuntutan pertanggungjawaban politik dan hukum pemerintah, penghentian dan evaluasi program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta MBG, perubahan kebijakan pajak, pendidikan dan kesehatan gratis serta berkualitas, penurunan harga kebutuhan pokok dan kenaikan upah buruh.

Aliansi itu juga menuntut perlindungan hak pekerja rumah tangga, demiliterisasi dan penghentian pembangunan batalyon, penghentian kriminalisasi aktivis serta pembebasan tahanan politik, dan penyitaan aset hasil korupsi untuk kepentingan pendidikan, kesehatan serta pemulihan bencana.

GERAM meminta pimpinan DPR menemui demonstran secara langsung untuk berdialog. “Jika pimpinan DPR RI tidak bersedia membuka ruang dialog, kami menilai hal tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi rakyat dan kami siap mengonsolidasikan gerakan lanjutan yang jauh lebih besar,” kata Mixel.



Source link