JAKARTA: Badan Gizi Nasional, yang bertanggung jawab atas program Makan Bergizi Gratis, menutup sementara 1.999 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang memproduksi makanan bergizi gratis karena tidak mendaftar untuk pemeriksaan higienitas.

Temuan tersebut merupakan hasil dari proses verifikasi dan identifikasi BGN dan Kementerian Kesehatan secara bertahap dalam beberapa waktu terakhir.

BGN menyatakan, penutupan dilakukan karena SPPG tersebut tidak mendaftar ke dinas kesehatan untuk memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diwajibkan, kata Kepala BGN Sudaryono pada Senin (7/9).

Dalam laporannya, BGN merinci SPPG yang ditutup tersebut, yakni 351 di wilayah 1 (Sumatra); 1.417 di wilayah 2 (Jawa dan Madura); serta 231 di wilayah 3 (Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua).

Saat ini terdapat 27.022 dapur yang menyalurkan makanan gratis di seluruh Indonesia per 7 September.

“Sebagaimana publik ketahui, syarat SLHS, sertifikasi laik higiene dan sanitasi menjadi satu syarat mutlak dalam penyelenggaraan dapur yang menyelenggarakan Makan Bergizi Gratis,” kata Sudaryono, Kepala BGN.



Source link