Dalam video itu, Maudy berbagi refleksi pribadi mengenai upayanya menjaga kesehatan mental ketika terus berhadapan dengan berbagai kabar buruk, baik dari luar negeri maupun Indonesia.
“Aku, tuh, berasa kayak, ya, sudah beberapa bulan ini. Malah mungkin sudah setahun terakhir ini, ya, kita tuh kayak dibombardir dengan banyaknya berita buruk secara internasional tapi juga mungkin khususnya berita lokal juga di sini, di Indonesia. Aku ngerasa kayaknya penting untuk ngomongin itu khususnya bagaimana kita melangkah, bagaimana caranya kita tetap peduli, dan juga bisa menjaga diri kita sendiri itu,” tutur Maudy Ayunda dalam video di kanal YouTube-nya.
Berbagai persoalan seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bencana alam, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), krisis air, persoalan ekonomi, hingga kebijakan pemerintah menjadi bagian dari pembahasannya.
Maudy mengaku derasnya informasi mengenai berbagai peristiwa negatif dapat membuat seseorang kewalahan. Ia sendiri pernah merasa tidak berdaya hingga mengalami beragam respons emosional ketika terus-menerus menerima kabar buruk.
“Kayak merasa, ya ampun, ini bolak-balik banget”, bagaimana aku memproses ini? Karena buat aku pribadi berat banget, sih, dan ada kecenderungan merasa enggak berdaya. Terus ada masa-masa di mana kayak nangis, marah. Memang sulit, sih, ketika kita mendengar kabar buruk terus-terusan, lagi dan lagi,” jelasnya.
Namun, perspektif tersebut memunculkan reaksi beragam. Sebagian wargent memahami pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah banjir informasi. Di sisi lain, tidak sedikit yang menilai pembahasan semacam itu kurang tepat disampaikan tanpa mempertimbangkan masyarakat yang tidak memiliki pilihan untuk menjauh karena menjadi pihak yang terdampak langsung.

Leave a Reply