loading…

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mematikan kamera saat para pemimpin negara anggota G7 menggelar pertemuan. FOTO/India Today

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mematikan kamera saat para pemimpin negara anggota G7 menggelar pertemuan melalui video dan menyepakati pelepasan 100 juta barel minyak untuk meredam kenaikan harga energi. Kesepakatan tersebut mencakup pelepasan cadangan minyak melalui Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) selama empat bulan dan dimulai segera.

Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol membagikan tangkapan layar pertemuan tersebut melalui media sosial yang memperlihatkan hampir seluruh peserta menyalakan kamera, sementara layar Trump hanya menampilkan namanya. Dikutip dari India Today, kondisi itu memicu berbagai candaan di media sosial mengenai kemungkinan Trump tertidur, meski tidak ada bukti bahwa ia tertidur atau bahwa kameranya mati sepanjang pertemuan.

Baca Juga: Harga Solar Naik Gila-gilaan, G7 Sepakat Lepas Cadangan Minyak 100 Juta Barel

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Associated Press bahwa Trump mengikuti pertemuan tersebut untuk bernegosiasi mengenai pelepasan persediaan diesel Eropa. Gedung Putih tidak memberikan keterangan bahwa Trump melewatkan pertemuan tersebut.

Pertemuan yang dipimpin Presiden Prancis Emmanuel Macron itu menghasilkan kesepakatan G7 untuk melepaskan 100 juta barel minyak melalui IEA selama empat bulan. Para pemimpin G7 juga sepakat untuk memprioritaskan pelepasan stok diesel dalam jumlah besar selama 20 hari pertama guna merespons tekanan harga bahan bakar mnyak.

Selain pelepasan cadangan, G7 berkomitmen tidak membatasi ekspor energi antarnegara anggota dan akan mengoordinasikan jadwal pemeliharaan kilang agar sejumlah fasilitas pengolahan tidak berhenti beroperasi secara bersamaan. Langkah tersebut diharapkan membantu menjaga ketersediaan bahan bakar dan mengurangi tekanan terhadap pasar energi global.



–