loading…

Apel dan labu sama-sama dikenal sebagai makanan bergizi yang baik untuk kesehatan. Foto: AI

JAKARTA – Apel dan labu sama-sama dikenal sebagai makanan bergizi yang baik untuk kesehatan. Namun, banyak orang bertanya-tanya mana yang lebih baik untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil sekaligus mendukung sistem pencernaan.

Dikutip dari Verywell Health, apel termasuk buah dengan indeks glikemik (GI) rendah. Apel memiliki skor GI sekitar 36, sehingga cenderung tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara signifikan. Makanan dengan skor GI di atas 55 umumnya lebih mudah meningkatkan kadar gula darah.

Selain itu, apel mengandung serat yang membantu memperlambat penyerapan gula sekaligus membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Sebuah apel Gala ukuran sedang mengandung sekitar 3 gram serat dan 16,5 gram gula alami. Meski mengandung gula, kandungan seratnya membantu mengurangi dampak gula terhadap kadar glukosa darah. Namun, manfaat ini berlaku untuk apel segar tanpa tambahan gula, bukan olahan seperti pai atau makanan penutup.

Baca Juga : Delima vs Apel, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan Jantung?

Sementara itu, labu segar maupun pure labu tanpa tambahan gula juga menjadi pilihan yang baik. Satu cangkir labu matang mengandung sekitar 5 gram gula dan 2,7 gram serat, sehingga kadar gulanya lebih rendah dibandingkan apel.



–