Berbeda dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang bertujuan memicu hujan untuk membantu memadamkan kebakaran, uji coba es kering ini ditujukan untuk mengurangi kepekatan kabut asap, kata Kemenkopolkam. Kedua metode akan digunakan secara bersamaan untuk mengatasi karhutla di Sumatra Selatan.
“Penyemaian es kering ini khusus untuk mengurai asap, sementara OMC tetap dilakukan untuk memicu hujan buatan guna memadamkan kebakaran. Jadi, semua upaya kami lakukan dari berbagai sisi,” tutur Dudung.
Asia Tenggara diselimuti kabut asap tebal akibat karhutla yang dipicu pembakaran ilegal pohon dan tanaman untuk membuka lahan pertanian. Kabut asap yang semakin parah bahkan telah memaksa sejumlah sekolah di Malaysia dan Timor-Leste ditutup.
Sumatra Selatan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang dipilih untuk menguji teknik es kering. Menurut Dudung, uji coba ini dilakukan atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan dampak kebakaran.
Hasil operasi akan dievaluasi untuk mengetahui efektivitas teknik tersebut dalam mengurai kabut asap dan kemungkinan penerapannya di wilayah terdampak lainnya.
“Jika uji coba ini berhasil, kami akan melanjutkannya ke daerah lain yang mengalami penumpukan kabut asap, seperti Kalimantan Tengah dan sekitarnya,” kata Dudung.
Pemerintah berharap operasi ini dapat meningkatkan jarak pandang di wilayah terdampak asap dari sekitar 1km menjadi 5km atau lebih.
Es kering akan dipasok dari Provinsi Lampung yang bertetangga dengan Sumatra Selatan serta dari pemasok lokal.

Leave a Reply