loading…

Indonesia berupaya memperkuat kemandirian industri semikonduktor dengan menjadikan desain chip dan pengembangan sumber daya manusia. FOTO/iStock Photo

JAKARTA – Indonesia berupaya memperkuat kemandirian industri semikonduktor dengan menjadikan desain chip dan pengembangan sumber daya manusia sebagai pintu masuk ke rantai pasok global. Langkah tersebut dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan impor komponen elektronik sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional di tengah meningkatnya kebutuhan chip untuk kecerdasan buatan (AI), otomotif, telekomunikasi, dan sektor strategis lainnya. “Fokus awal kami adalah menyiapkan SDM yang mampu mendesain chip,” ujar Mantan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, belum lama ini.

Agus menilai tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor semikonduktor menjadi sinyal penting bagi pembentukan ekosistem industri chip nasional. Melalui pendekatan bertahap dan terukur, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyusun peta jalan semikonduktor yang mencakup pengembangan material, desain, fabrikasi, serta perakitan, pengujian, dan pengemasan chip. Desain diprioritaskan karena membutuhkan penguasaan teknologi dan talenta, sementara Indonesia belum memiliki kapasitas fabrikasi wafer.

Baca Juga: Bukan Chip Nvidia, Kabel Ini yang Bikin Penonton Bersorak di Peluncuran Surface

Upaya tersebut diawali dengan penjajakan bersama pelaku industri semikonduktor global dalam Hannover Messe 2022. Kemenperin kemudian memprakarsai pendirian Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) pada 2023 bersama PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan pakar desain chip dari 13 perguruan tinggi. Pusat kolaborasi nirlaba tersebut kini bermitra dengan 16 perguruan tinggi dan tujuh pelaku industri untuk mengembangkan talenta serta kemampuan desain chip di dalam negeri.

Pada Januari 2026, fasilitas ICDEC di ITB Innovation Park, Bandung, diresmikan bersamaan dengan penyelenggaraan Indonesia Semiconductor Summit 2026. Inisiatif itu dilanjutkan dengan kerja sama dan surat minat pengembangan sumber daya manusia bersama Intel, National Taiwan Normal University, dan President University pada April 2026, berdasarkan informasi dalam bahan yang disampaikan.



–