Proses produksi C.L.A.Y. dijadwalkan dimulai pada November mendatang di London, Inggris. Film ini sekaligus menjadi debut penyutradaraan Simon Afram, yang sebelumnya menulis dan memproduseri film mata-mata berlatar Perang Dunia II berjudul Fortitude garapan sutradara Simon West.

C.L.A.Y. mengisahkan seorang anak muda ahli komputer yang nyaris tidak dianggap dalam kehidupan sosialnya. Namun, hidupnya berubah ketika ia bergabung dengan kelompok peretas bawah tanah bernama C.L.A.Y. (Clowns Laughing At You).

“C.L.A.Y. mengikuti kisah seorang anak muda pakar komputer yang nyaris tidak dianggap dalam lingkungan sosialnya. Ia menemukan tujuan hidup dan rasa diterima ketika bergabung dengan C.L.A.Y. (Clowns Laughing At You), kelompok peretas bawah tanah yang aksi-aksi nekatnya mengubah provokasi di dunia digital menjadi nyata. Seiring meningkatnya ketenaran kelompok tersebut, tindakan mereka menarik perhatian badan intelijen, sindikat kriminal, dan kelompok peretas rival.”

Agnez sendiri sudah dikenal sebagai salah satu penyanyi papan atas Indonesia dengan 31 juta pengikut di Instagram. Ia juga telah mencatatkan sejumlah lagu hit di tangga lagu Billboard Amerika Serikat.

Kini, pelantun Coke Bottle tersebut mulai memperluas kariernya ke dunia akting Amerika Serikat. Selain C.L.A.Y. dan Reacher, Agnez juga menjadi bagian dari jajaran pengisi suara film animasi Groove Tails bersama Ansel Elgort, Halle Bailey, Alan Ritchson, dan Ludacris.

Penulis sekaligus sutradara C.L.A.Y., Simon Afram, turut menyambut bergabungnya Agnez dalam proyek tersebut. Ia memuji kemampuan akting dan daya tarik Agnez sebagai seorang artis internasional.

“Agnez adalah seorang artis global sejati dengan penggemar yang tersebar di berbagai benua. Ia merupakan aktris yang begitu memikat, berani, intens, dan memiliki kedalaman emosi yang luar biasa. Kami sangat senang menyambutnya bergabung dengan jajaran pemain istimewa ini. Ia sangat cocok dengan dunia C.L.A.Y.,” tutur Simon Afram, dikutip dari Deadline.

Film C.L.A.Y. diproduseri oleh Afram bersama Georgette Turner (Fortitude), Edward Kahl (Queen of Manhattan), Reza Roohi (Fortitude), dan Adrian (Faking Bullshit).

Sementara itu, jajaran produser eksekutifnya terdiri dari Bianca Goodloe (Mission: Impossible II), David Scaramanga (Fortitude), Cüneyt Kaya (Rising High), dan Daniel Haido (Fortitude).

Proses pemilihan pemain film ini ditangani oleh Rich Mento (Warm Bodies), CSA. Adapun Bianca Goodloe Esq. dari Goodloe Law bertindak sebagai penasihat hukum untuk produksi film tersebut.

Agnez Mo sendiri berada di bawah naungan 42, AMO Entertainment, serta Paul Rothenberg dari firma hukum Rothenberg Mohr & Binder, LLP.



Source link