loading…

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin mengapresiasi opsi penghentian ekspor gas ke negara tetangga yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Opsi tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi pemulihan sektor industri nasional yang membutuhkan kepastian pasokan gas untuk meningkatkan produksi dan menciptakan nilai tambah.

“Sebagaimana kita ketahui saat ini industri dalam negeri pengguna gas justru kesulitan mendapatkan pasokan gas, jadi langkah opsi menyetop ekspor gas ke negara tetangga adalah langkah yang sangat tepat, berarti pemerintah telah berpaling mengutamakan kebutuhan dalam negeri,” ujar Saleh Husin dalam keterangan pers, Kamis (22/10/2026).

Baca Juga: Sarmuji Jabat Menperin, Saleh Husin Titip 4 PR Besar di Sektor Industri

Menurut Saleh, gas merupakan salah satu sumber energi utama bagi sejumlah sektor industri di Indonesia. Karena itu, pemenuhan kebutuhan domestik perlu menjadi prioritas pemerintah untuk mendukung peningkatan produksi manufaktur, memperkuat daya saing industri, serta memperluas penciptaan lapangan kerja.

Ia menilai, pengutamaan pasokan gas bagi industri dalam negeri dapat membantu mendorong aktivitas produksi dan menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional, terutama ketika pelaku industri menghadapi kesulitan memperoleh pasokan energi. “Sekali lagi salut buat Mas Menteri Bahlil yang sangat cepat merespons bahasa tubuh dan keinginan Bapak Presiden Prabowo saat rapat kabinet kemarin,” kata Saleh.

Baca Juga: Ikut UI Green Marathon, Saleh Husin: Pelaksanaan Bagus, Pelari Bahagia

Apresiasi tersebut menegaskan harapan kalangan industri agar kebijakan energi nasional semakin berpihak pada kebutuhan domestik, sehingga ketersediaan gas dapat menopang keberlanjutan usaha, pertumbuhan sektor manufaktur, dan penyerapan tenaga kerja.

(nng)



–