SINGAPURA KEMBANGKAN ENERGI NUKLIR?
Untuk mengurangi ketergantungan pada gas alam, Singapura tengah menjajaki sumber energi alternatif, termasuk tenaga nuklir, yang dinilai berpotensi menyediakan listrik rendah karbon secara stabil.
Perdana Menteri Lawrence Wong menyampaikan, langkah ini melengkapi upaya diversifikasi pasokan gas melalui pembangunan terminal LNG, yang memungkinkan Singapura mengimpor gas dari berbagai negara tanpa bergantung sepenuhnya pada jaringan pipa.
“Wajar jika ada kekhawatiran soal keselamatan pembangkit listrik tenaga nuklir di negara kecil dan padat penduduk seperti Singapura. Kami menanggapi kekhawatiran ini dengan sangat serius. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” kata Wong.
“Namun, kita tidak boleh mengesampingkan suatu pilihan hanya karena sulit atau kontroversial. Kita harus menilai risiko dan konsekuensinya secara cermat, melibatkan masyarakat Singapura, dan pada akhirnya mengambil keputusan yang tepat untuk menjamin masa depan energi kita.”
Mulai 2027, Singapura dijadwalkan menjalani penilaian oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) untuk mengukur kesiapan negara tersebut dalam mengambil keputusan mengenai penggunaan energi nuklir.
Singapura juga telah mengumumkan tiga skema untuk mengembangkan keahlian lokal di bidang energi nuklir, termasuk melalui pelatihan, pendidikan, dan pengembangan tenaga ahli.
Menurut Wong, langkah-langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik seiring perkembangan ekonomi digital dan teknologi.
Selain menjajaki energi nuklir, Singapura juga menyiapkan rencana pembangunan infrastruktur energi selama lima tahun, termasuk penambahan kapasitas pembangkit listrik dan pengembangan tenaga surya.
Singapura juga memperluas impor listrik rendah karbon. Pada Senin (26/10), Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) memberikan persetujuan bersyarat untuk impor listrik sebesar 1,3 gigawatt dari Vietnam dan Malaysia, yang ditargetkan dimulai pada 2035.
Sebelumnya, Singapura telah memberikan persetujuan bersyarat dan lisensi bagi proyek impor listrik dari Australia, Kamboja, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.

Leave a Reply