Para demonstran juga mengkritik keputusan pemerintah pada akhir September yang memangkas subsidi energi dari Rp376,8 triliun tahun ini menjadi Rp261 triliun tahun depan.
“Pemangkasan subsidi ini terjadi ketika banyak orang sedang terpukul oleh lonjakan harga bensin dan kelangkaan BBM bersubsidi akibat ketegangan di Timur Tengah,” kata Diana, 20, mahasiswa Universitas Indonesia yang meminta hanya disebut dengan nama depannya.
“Pada saat yang sama, pemerintah justru memutuskan mengalokasikan lebih banyak dana untuk program-program boros seperti Makan Bergizi Gratis dan koperasi desa,” katanya.
Demonstrasi pada Rabu bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, yang memperingati ikrar persatuan pemuda Indonesia pada 1928 yang membentuk identitas bangsa.
Aparat keamanan dikerahkan dalam jumlah besar dan menghalangi mahasiswa mencapai titik kumpul mereka di Bundaran Hotel Indonesia (HI), yang kerap menjadi lokasi demonstrasi.
Sejumlah mahasiswa mengatakan kepada CNA bahwa mereka awalnya berencana berjalan kaki dari bundaran tersebut menuju Istana Kepresidenan, sekitar 3km jauhnya. Namun, blokade aparat membuat mahasiswa berpencar ke berbagai lokasi di Jakarta.
“(Aparat) tidak berhak menghalangi kami mencapai tempat tujuan dan menggunakan kebebasan berpendapat kami,” kata Tigor, 23, mahasiswa Universitas Pancasila yang juga meminta hanya disebut dengan nama depannya.

Leave a Reply