Arulkumar Singaraveloo, CEO Malaysia HR Forum, lembaga pelatihan profesional sumber daya manusia (SDM), mengatakan, kekhawatiran soal pekerjaan bagi pasangan ekspatriat bukan sekadar hilangnya sumber penghasilan kedua.
“Ini juga menyangkut identitas profesional, kemandirian finansial, dan sulitnya kembali bekerja setelah lama berhenti berkarier,” ujarnya kepada CNA.
“Kebijakan yang memungkinkan pasangan ekspatriat bekerja seharusnya membuat Malaysia lebih menarik, terutama bagi pasangan yang sama-sama memiliki karier profesional.”
Federasi Pengusaha Malaysia (MEF) menyebut kebijakan ini sebagai “langkah positif” untuk meningkatkan daya tarik Malaysia bagi tenaga kerja internasional, termasuk tenaga ahli yang berperan penting dalam investasi dan pertumbuhan ekonomi.
“Mengizinkan pasangan ekspatriat yang memenuhi syarat untuk bekerja akan membantu perusahaan menarik dan mempertahankan tenaga kerja internasional, sekaligus mengurangi pengorbanan pribadi dan finansial akibat pindah ke Malaysia,” kata Presiden MEF Nik Mustapha Nik Mohamed kepada CNA.
ANCAMAN BAGI LAPANGAN KERJA WARGA LOKAL?
Namun, ekonom yang berbasis di Malaysia, Geoffrey Williams, menilai, izin kerja bagi pasangan ekspatriat hanya merupakan “penyesuaian kecil” dalam sistem visa ekspatriat saat ini.
“Persoalan utama bagi ekspatriat adalah masa berlaku visa serta persyaratan untuk mendapatkan visa jangka panjang atau izin tinggal,” kata Direktur Williams Business Consultancy itu kepada CNA.
“Persyaratan tersebut bukan hanya sulit dipenuhi, tetapi juga semakin rumit dan tidak pasti. Ketidakpastian ini membuat Malaysia kurang menarik bagi mereka yang ingin menetap dalam jangka panjang, membangun karier, atau berkeluarga.”
Pada Januari, pemerintah mengumumkan kenaikan batas gaji minimum ekspatriat untuk ketiga kategori izin kerja. Pemerintah juga mewajibkan adanya “rencana suksesi” bagi ekspatriat Kategori 2 dan 3 untuk mentransfer pengetahuan dan keahlian kepada pekerja lokal.
Kebijakan yang mulai berlaku pada Juni itu memicu kekhawatiran di kalangan ekspatriat di Malaysia mengenai respons perusahaan dan masa depan mereka di negara tersebut.

Leave a Reply