Daun teh yang mereka petik, terkadang hingga 30 menit sehari, bisa ditukar dengan kebutuhan pokok, terutama makanan seperti susu dan bubur manis campuran biji-bijian untuk disumbangkan kepada keluarga miskin.
Tugas mengangkut kotoran sapi dibatasi 10 hingga 20 menit. Menurut perancang program kamp Zhang Hao, kegiatan ini mengenalkan anak pada pekerjaan pertanian sesungguhnya. Kotoran sapi itu kemudian diolah menjadi pupuk kompos atau biogas sebagai bahan bakar.
Zhang menambahkan, tujuan utamanya agar anak memahami asal makanan, cara menanamnya, dan kerja keras yang diperlukan hingga makanan tersaji di meja.
Namun, bagi banyak anak, kejutan pertama datang saat mereka tiba dan melihat kamar mereka.
Anak-anak tinggal di rumah-rumah desa, enam hingga delapan orang sekamar, dengan tempat tidur susun kayu. Kamarnya bersih tetapi sederhana, jauh berbeda dari hotel yang biasa mereka tempati saat liburan keluarga.
“Mereka biasanya bilang, ‘Hah? Kita tinggal di sini? Aku mau pulang.’ Kebanyakan anak bereaksi begitu,” kata Liu Baoshun, instruktur wisata edukasi yang telah memimpin empat kamp bersama perusahaan itu dalam tiga tahun terakhir.
Menurut Liu, banyak anak juga rindu rumah pada beberapa malam pertama dan kerap menangis saat menelepon keluarga.
Anak-anak yang merengek minta pulang dibujuk untuk menunggu. Keesokan paginya, sebagian besar kembali mengikuti kegiatan.
Tantangan lain adalah bau kandang sapi dan teriknya perjalanan ke sekolah.
Pada kegiatan “berjalan ke sekolah”, anak-anak membawa satu kilogram beras menyusuri jalur pegunungan sepanjang 5 km yang biasa dilalui murid desa. Perjalanan sekitar satu setengah jam itu berakhir di sebuah SD desa yang sudah terbengkalai.
Liu mengatakan, anak-anak yang kelelahan boleh beristirahat, mengurangi beban, atau membagi pekerjaan menjadi beberapa kali perjalanan. Mereka juga mendapat waktu istirahat.
“Tapi mereka tetap harus menyelesaikan tugasnya.”
Di akhir perjalanan, mereka menyantap nasi putih dari kotak makan logam di luar ruang kelas terbengkalai, jauh berbeda dari hidangan sepuluh macam lauk yang biasa mereka nikmati di rumah.

