
loading…
Investasi untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) kini melampaui belanja pada era kejayaan perkeretaapian dan internet. FOTO/Hanwadatacenters.com
“Infrastruktur AI sedang dibangun jauh lebih cepat daripada pertumbuhan permintaan, dan pendanaannya secara berkelanjutan akan membutuhkan tambahan sekitar satu persen terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global setiap tahun,” kata David Crawford, Ketua Praktik Teknologi Global Bain & Company, dalam laporan perusahaan tersebut dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (6/10/2026).
Baca Juga: Ancaman AI Kian Nyata, Trump Bentuk Pasukan Super Intelijen
Proyeksi PwC yang dimodelkan Oxford Economics memperkirakan belanja modal pusat data global mencapai USD31,6 triliun hingga 2050. Nilai tersebut berada dalam kisaran sekitar USD22 triliun hingga hampir USD50 triliun, bergantung pada kecepatan adopsi AI, dan disebut jauh melampaui belanja pada periode ledakan pembangunan rel serta dotcom setelah memperhitungkan inflasi.

