Site icon News Today

Belanja AI Lampaui Era Rel dan Dotcom, tapi Minim Imbal Hasil



loading…

Investasi untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) kini melampaui belanja pada era kejayaan perkeretaapian dan internet. FOTO/Hanwadatacenters.com

LONDON – Investasi untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) kini melampaui belanja pada era kejayaan perkeretaapian dan internet, tetapi imbal hasilnya masih bergantung pada peningkatan produktivitas dan penciptaan keuntungan yang belum memiliki bukti kuat secara historis. Analisis Reuters menunjukkan besarnya investasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan industri AI menghasilkan pendapatan yang sepadan.

“Infrastruktur AI sedang dibangun jauh lebih cepat daripada pertumbuhan permintaan, dan pendanaannya secara berkelanjutan akan membutuhkan tambahan sekitar satu persen terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global setiap tahun,” kata David Crawford, Ketua Praktik Teknologi Global Bain & Company, dalam laporan perusahaan tersebut dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (6/10/2026).

Baca Juga: Ancaman AI Kian Nyata, Trump Bentuk Pasukan Super Intelijen

Proyeksi PwC yang dimodelkan Oxford Economics memperkirakan belanja modal pusat data global mencapai USD31,6 triliun hingga 2050. Nilai tersebut berada dalam kisaran sekitar USD22 triliun hingga hampir USD50 triliun, bergantung pada kecepatan adopsi AI, dan disebut jauh melampaui belanja pada periode ledakan pembangunan rel serta dotcom setelah memperhitungkan inflasi.



–

Exit mobile version