Site icon News Today

Biaya Hidup Kian Mencekik, 5 Negara Eropa Ini Dilanda Gelombang Protes Antipemerintah



loading…

Pasukan antihuru-hara Prancis berjalan melewati benda-benda yang terbakar di sebuah jalan di tengah bentrokan dengan para pengunjuk rasa di Paris, sebagai bagian dari aksi protes nasional yang menentang tingginya biaya hidup. FOTO/Reuters

JAKARTA – Gelombang demonstrasi melanda Prancis, Albania, Italia, Portugal, dan Belgia pada Sabtu (17/10), dipicu tekanan biaya hidup, mahalnya harga rumah, hingga persoalan layanan publik dan pendidikan. Aksi yang mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi sosial-ekonomi tersebut di sejumlah negara berkembang menjadi bentrokan, pembakaran bangunan, dan penangkapan demonstran.

Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu mengatakan sekitar 150 polisi terluka dalam kerusuhan yang terjadi di negaranya, sementara pemerintah melaporkan sedikitnya 1.200 orang ditangkap. Dikutip dari BBC, Senin (19/10) demonstrasi yang melibatkan ratusan ribu orang itu dipicu kemarahan masyarakat terhadap tingginya biaya hidup dan memburuknya kondisi sekolah.

Baca Juga: Prancis Membara, Toko-toko Mewah Dijarah Massa: dari Apple, Hermes, hingga Louis Vuitton

Di Prancis, aksi yang awalnya berlangsung relatif damai di Paris berubah ricuh menjelang malam. Sejumlah kelompok membakar kendaraan dan benda-benda di jalan, termasuk di kawasan Place de la Republique, menjarah toko, serta membakar sedikitnya satu restoran. Polisi antihuru-hara menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa, sementara sejumlah demonstran dilaporkan mengalami kekerasan saat aparat berusaha mengendalikan situasi.

Kerusuhan juga meluas ke sejumlah kota lain. Di Limoges, kebakaran besar melanda gedung balai kota hingga sebagian atapnya runtuh, sedangkan kantor pariwisata di Lyon dibakar. Wali Kota Lyon Gregory Doucet menyebut kejadian itu sebagai tragedi karena bangunan tersebut merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ikonik. Di Saint-Etienne, Wali Kota Regis Juanico mengatakan seorang pemuda kehilangan tangannya akibat ledakan benda kecil yang diduga bahan peledak.



–

Exit mobile version