Site icon News Today

Bikin Wajah Jakarta Semakin Cantik, Pramono Targetkan Kabel Udara Jakarta Hilang dalam 5 Tahun


JAKARTA: Pemprov DKI menargetkan dalam lima tahun mendatang kabel-kabel yang masih menggantung di atas jalan Jakarta dapat dipindahkan ke bawah tanah. Gubernur Pramono Anung memperkirakan sekitar 6.500 kilometer jaringan perlu ditangani untuk mewujudkan wajah kota yang lebih rapi.

“Saya terus terang mem-planning-kan dalam 5 tahun semua kabel-kabel yang ada di permukaan itu bisa diturunkan. Apakah lima tahun itu bisa atau tidak, karena memerlukan kurang lebih 6.500 kilometer yang harus ditangani,” kata Pramono saat meninjau penataan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9), dikutip Kompas.com.

SJUT merupakan infrastruktur untuk menempatkan jaringan kabel dan pipa utilitas secara terpadu di bawah permukaan tanah. Sistem tersebut digunakan untuk mengurangi jaringan yang selama ini membentang di atas jalan sekaligus menciptakan tata ruang kota yang lebih rapi dan aman

Pramono meyakini pemindahan ribuan kilometer kabel tersebut akan memberikan perubahan signifikan terhadap tampilan Jakarta.

“Kalau itu bisa diturunkan, maka wajah Jakarta pasti akan sangat berbeda,” katanya.

Jaringan yang masih berada di atas permukaan terdiri atas kabel telekomunikasi dan listrik. Namun, proses pemindahan keduanya memiliki tingkat kesiapan berbeda.

Kabel telekomunikasi sudah mulai dapat dipindahkan ke bawah tanah, sedangkan jaringan listrik masih membutuhkan persiapan teknis lebih lanjut.

Salah satu penataan jaringan telekomunikasi telah dilakukan di Jalan Dr. Supomo, Jakarta Selatan.

“Sekarang hampir di beberapa tempat seperti di tempat Jalan Dr. Supomo ini, sudah berhasil kita turunkan, kita rapikan,” ungkap Pramono.

Rp90 MILIAR UNTUK BANGUN SJUT 16,9 KILOMETER

Penataan jaringan utilitas Jakarta memiliki dasar hukum melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2025.

Pemprov DKI akan melibatkan Dinas Bina Marga serta badan usaha swasta dalam memperluas pembangunan SJUT. Menurut Pramono, target pemindahan ribuan kilometer kabel tidak dapat dicapai apabila pengerjaannya hanya mengandalkan pemerintah daerah.

“Kalau ini ditangani secara total, artinya tidak hanya bergantung pada Bina Marga saja, saya yakin itu bisa dilakukan,” ujarnya.

Pramono melihat pembangunan SJUT juga memiliki potensi bisnis yang dapat menarik keterlibatan perusahaan swasta.

“Kami meyakini secara bisnis juga menarik sehingga dengan demikian penurunan kabel ini bisa menjadi gerakan bersama yang dilakukan oleh seluruh stakeholder yang ada di Jakarta ini,” tutur Pramono.

Untuk pembangunan saat ini, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Suwondo mengatakan pemerintah daerah menyiapkan anggaran Rp90 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan SJUT dengan total panjang 16,9 kilometer di sejumlah ruas jalan Jakarta.

Ruas yang masuk dalam pembangunan meliputi MT Haryono, Gatot Subroto, Dr. Supomo, Abdullah Syafei, Saharjo, Pemuda, Otista, Tebet Barat Dalam Raya, Matraman, dan Jatinegara.



Source link

Exit mobile version