
loading…
Fitch Ratings menilai tinjauan penyedia indeks global MSCI terhadap pasar saham Indonesia menambah risiko terhadap profil kredit negara. FOTO/dok.SindoNews
“Dampak tinjauan MSCI terhadap kredit Indonesia akan sangat bergantung pada kondisi pendanaan eksternal dan domestik, terutama apabila penurunan kepercayaan investor memicu arus keluar modal secara berkelanjutan,” tulis Fitch dalam laporan bertajuk Confidence, Funding Conditions Key to Indonesia Credit Impact from MSCI Review dikutip pada Kamis (22/10/2026).
Baca Juga: Prabowo Kirim Pesan ke MSCI: Indonesia Tidak Takut Siapapun!
Fitch menilai potensi reklasifikasi pasar saham Indonesia tidak serta-merta menimbulkan dampak material terhadap peringkat kredit pemerintah. Namun, tekanan pasar yang berkepanjangan dapat memperketat kondisi keuangan, menaikkan biaya pendanaan domestik, serta berdampak pada profil kredit pemerintah, perbankan, dan korporasi.
Risiko tersebut perlu dibaca dalam konteks perubahan prospek atau outlook peringkat utang Indonesia pada level BBB menjadi Negatif pada 4 Maret 2026. Fitch menyatakan perubahan itu mencerminkan meningkatnya risiko terhadap sentimen investor dan penyangga eksternal akibat ketidakpastian kebijakan.
Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 100 basis poin dan melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk meredam tekanan terhadap rupiah. Fitch memperingatkan intervensi yang berlangsung terus-menerus berpotensi mengikis cadangan devisa, sementara tekanan eksternal tambahan dapat meningkatkan biaya pendanaan di dalam negeri.

