2. SIRAM DENGAN BANYAK AIR, MULAI DARI ATAS
Gunakan air bersih dalam jumlah cukup untuk meluruhkan abu. Mulailah dari bagian paling atas, seperti atap, kemudian kaca, kap mesin dan bodi hingga bagian bawah serta roda. Biarkan aliran air membawa partikel abu turun tanpa perlu menggosok permukaan yang masih kotor.
Roberts mengatakan, semprotan air biasa bertekanan tinggi dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk menyingkirkan abu vulkanik. Jika kendaraan kembali terpapar abu, proses penyemprotan dapat diulang agar material tidak sempat mengeras di permukaan bodi.
Namun, jangan sekadar membasahi abu dengan sedikit air lalu membiarkannya mengering kembali. Abu yang bercampur dengan air, embun atau gerimis dan dibiarkan menempel dalam waktu lama berpotensi menciptakan kondisi yang lebih korosif terhadap permukaan kendaraan.
“Yang perlu dihindari adalah membasahi abu sedikit lalu membiarkannya mengering kembali di permukaan kendaraan. Air dalam jumlah cukup untuk membilas seluruh partikel justru menjadi cara paling aman,” ujar Yannes.
3. SETELAH ABU HILANG, BARU CUCI DENGAN SAMPO
Setelah sebagian besar abu terbilas, kendaraan dapat dicuci menggunakan sampo khusus mobil atau motor, idealnya yang memiliki pH netral. Gunakan spons atau kain mikrofiber yang bersih dan lembut serta jangan menekan atau menggosok permukaan terlalu keras.
Jika mencuci menggunakan metode dua ember, bilas spons atau kain secara berkala. Langkah ini penting agar partikel abrasif yang sudah terangkat tidak kembali menempel pada media pencuci dan kemudian tergesek ke permukaan kendaraan.
4. JANGAN NYALAKAN WIPER SAAT KACA MASIH BERABU
Menyalakan wiper ketika kaca depan masih tertutup abu perlu dihindari. Partikel yang berada di antara karet wiper dan kaca dapat terseret ketika wiper bergerak dan menimbulkan goresan. Sebelum membilas kendaraan, wiper sebaiknya diangkat terlebih dahulu.
Siram kaca hingga abu benar-benar luruh sebelum menggunakan wiper. Karet wiper juga perlu dibersihkan dalam kondisi basah sebelum digunakan kembali agar partikel yang tersisa tidak kembali bergesekan dengan kaca.
5. JANGAN LUPA CEK FILTER DAN REM
Abu vulkanik tidak hanya menempel di permukaan. Partikelnya yang sangat halus dapat masuk ke berbagai bagian kendaraan, terutama jika mobil atau motor digunakan ketika kondisi udara masih berabu. Filter udara mesin dan filter kabin karena itu perlu diperiksa, khususnya pada kendaraan yang mengalami paparan dalam jumlah besar.
Periksa pula bagian rem seperti cakram dan kaliper. Jika performa kendaraan berubah, rem mengeluarkan suara tidak normal atau mesin terasa bermasalah setelah terpapar abu, kendaraan sebaiknya diperiksa di bengkel.
6. CAR COVER BISA MELINDUNGI, TAPI JANGAN ASAL PASANG
Bagi kendaraan yang belum terkena abu, pilihan terbaik adalah memarkirkannya di tempat tertutup. Car cover juga dapat digunakan sebagai perlindungan, tetapi sebaiknya dipasang ketika permukaan kendaraan masih bersih.
Jangan memasang atau menggeser car cover ketika bodi sudah dipenuhi abu. Gesekan antara kain penutup dan partikel vulkanik dapat menyeret material abrasif di permukaan kendaraan sehingga memperbesar risiko baret.
Intinya, perlakukan abu vulkanik secara berbeda dari debu jalanan. Jangan menggosoknya dalam kondisi kering: luruhkan partikel dengan air dalam jumlah cukup terlebih dahulu, kemudian lanjutkan dengan pencucian setelah permukaan relatif bebas dari material abrasif.
Salah membersihkan abu dapat meninggalkan baret yang justru baru terlihat setelah kendaraan kembali bersih.

