Site icon News Today

CEO Vitol Peringatkan Harga Minyak Mentah Bisa Tembus USD200 Per Barel



loading…

Russell Hardy, CEO perusahaan raksasa perdagangan komoditas Vitol. Foto/bloomberg

LONDON – Russell Hardy, CEO perusahaan raksasa perdagangan komoditas Vitol, menyatakan terhentinya aliran minyak mentah dari Timur Tengah dapat mendorong harga acuan minyak mentah hingga mencapai USD200 per barel. Peringatan itu muncul seiring perang yang memanas di Timur Tengah.

“Sekitar 12 juta barel minyak mentah dan 2 juta barel produk olahan telah dikirim keluar dari Timur Tengah setiap harinya dalam tujuh hingga sepuluh hari terakhir,” ungkap Hardy dalam acara Energy Intelligence Forum di London pada hari Selasa (6/10/2026).

Namun, ia menambahkan, tanpa aliran stabil sebesar 10-14 juta barel per hari (bpd) yang diangkut dengan kapal dari kawasan tersebut, pasar energi akan mengalami ketidakstabilan menjelang musim dingin akibat rendahnya tingkat persediaan di negara-negara Barat.

Sementara itu, kelompok koordinasi minyak Uni Eropa dijadwalkan bertemu pada hari Rabu pukul 08.00 waktu setempat untuk menentukan sikap terbaru blok tersebut, menurut keterangan juru bicara Komisi Eropa.

Data pemerintah menunjukkan harga rata-rata solar di Inggris telah mencapai rekor tertinggi, mendekati 2 poundsterling per liter (sekitar USD10 per galon AS), di tengah dampak berkelanjutan dari konflik AS-Iran.

Harga rata-rata mencapai 199,52 pence per liter pada pekan yang berakhir tanggal 5 Oktober, melampaui rekor sebelumnya sebesar 199,22 pence yang tercatat pada Juli 2022, periode yang menyusul invasi Rusia, produsen energi utama, ke Ukraina.

Baca juga: Netanyahu Ancam Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza, Israel Makin Terpecah

(sya)



–

Exit mobile version