Site icon News Today

Dari gang Penjaringan, lahir juara gimnastik Indonesia


Dukungan juga mengalir dari individu maupun perusahaan yang menyumbangkan leotard, sepatu, perlengkapan latihan, dan berbagai peralatan, sehingga klub itu perlahan bisa mengganti fasilitas seadanya yang selama ini mereka gunakan.

Palang bertingkat yang mereka gunakan sekarang hanyalah dua batang besi untuk pull-up yang dijepit di antara bangunan. Mereka juga tidak memiliki papan tolak untuk nomor lompat meja, balok keseimbangan, maupun matras pendaratan yang layak, kata Yoga.

“Kami memang tidak punya peralatan yang memadai, tetapi itu bukan penghalang bagi kami,” kata Yoga.

“Saya hanya fokus mengajarkan apa yang bisa saya ajarkan: kekuatan, kontrol tubuh, keseimbangan, kelenturan, dan disiplin. Kalau fondasinya kuat, anak-anak akan sangat cepat beradaptasi dalam situasi apa pun.”

Peluang bagi anak-anak ini pun kini tak lagi terbatas di dunia olahraga.

Penyelenggara berbagai acara mengundang mereka untuk tampil, sementara sutradara casting menghubungi Yoga agar mereka mengikuti audisi untuk film dan program televisi.

Yoga mengaku lebih banyak menolak daripada menerima tawaran tersebut karena “beberapa di antaranya mengharuskan anak-anak meninggalkan sekolah”.

Namun, ia selalu memberi tahu anak-anak tentang setiap peluang yang datang dan menjelaskan alasan di balik keputusan menerima atau menolaknya.

“Dengan begitu, mereka tahu peluang apa saja yang terbuka setelah lulus sekolah,” ujar Yoga, yang belum memiliki anak.

“Mereka bisa bekerja di industri film dan bermain dalam film laga. Mereka bisa menjadi koreografer laga. Mungkin ada yang tertarik menjadi pelatih seperti saya atau menjadi atlet,” tambahnya.

“Pilihan ada di tangan mereka.”

Yoga berharap, ke depannya semakin banyak juara yang lahir dari lingkungan tempat tinggalnya.

“Anak-anak di sini rata-rata nggak ada kegiatan selain sekolah, jadi sebagian besar waktu mereka cuma dihabiskan untuk nongkrong,” katanya.

“Di sini kebanyakan tawuran, berantem, sudah biasa. Jadi kami berusaha mengubah mereka menjadi lebih disiplin dan mengarahkan mereka untuk menjadi lebih baik.”



Source link

Exit mobile version