JAMBI: Sekolah dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA di Provinsi Jambi akan diliburkan sementara menyusul kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan langkah tersebut diambil untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik di tengah memburuknya kualitas udara.
Keputusan itu disampaikan Al Haris ketika mengikuti rapat penanganan karhutla bersama Presiden Prabowo Subianto melalui Zoom, Senin (24/8).
“Izin Bapak Presiden, mulai hari ini kami akan meliburkan sekolah, baik tingkat PAUD, SD, SMP hingga SMA di Jambi. Mengingat kondisi saat ini kabut asap sudah semakin pekat,” kata Al Haris, dikutip detikSumbagsel.
Kebijakan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Jambi Nomor 1835/SE/DLH-3/2026 tentang Antisipasi dan Penanganan Dampak Memburuknya Kualitas Udara di Provinsi Jambi.
Surat edaran tersebut meminta pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan dan memantau kualitas udara secara berkala. Masyarakat juga diarahkan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara masuk kategori tidak sehat.
Khusus untuk peserta didik, pemerintah kabupaten/kota melalui perangkat daerah terkait dan Kantor Wilayah Kementerian Agama dapat menghentikan sementara pembelajaran tatap muka apabila kualitas udara berpotensi membahayakan kesehatan.
Kegiatan belajar dalam kondisi tersebut dapat dialihkan menjadi pembelajaran dari rumah.
KASUS ISPA DI KOTA JAMBI MENINGKAT
Di tengah memburuknya kualitas udara, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Jambi tercatat meningkat sekitar 15 persen.
Data Dinas Kesehatan Kota Jambi menunjukkan jumlah kasus yang sebelumnya berada di atas 1.700 meningkat menjadi 1.955 kasus.
Kondisi kabut asap juga mendorong peningkatan penjualan masker, terutama masker untuk anak-anak.
Sementara itu, penanganan kebakaran masih berlangsung di sejumlah lokasi. Al Haris mengatakan petugas melakukan pendinginan pada area yang sebelumnya terbakar untuk mencegah api kembali muncul.
“Hari ini sedang ada pendinginan,” ungkapnya.
Selain operasi di darat, Pemprov Jambi meminta tambahan dukungan pemadaman melalui udara. Al Haris berharap helikopter water bombing dapat dikerahkan untuk menjangkau kebakaran yang sulit ditangani petugas dari darat.
“Kami juga mengharapkan bantuan helikopter water bombing untuk langkah upaya pemadaman di lapangan yang lahan sekiranya terbakar,” ujarnya.

