Kebakaran tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran bahwa kehilangan rumah adat juga dapat berdampak pada ekosistem kebudayaan dan pariwisata Lombok.
Sehari setelah kejadian, pemerintah daerah mulai melakukan penanganan. Posko tanggap darurat dibentuk di gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Rembitan. Dapur umum juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyebut jumlah korban terdampak mencapai sekitar 320 jiwa atau 120 kepala keluarga.
Hingga saat ini, polisi belum dapat memastikan penyebab kebakaran karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Di tengah proses penanganan, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.
“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat dan warga dalam keadaan selamat,” ujar Lalu Muhamad Iqbal di lokasi kebakaran, dilansir Antara, Minggu (23/8).
“Dan harus cepat bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan,” tegas Iqbal.

