Site icon News Today

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Program MBG Serap 1,29 Juta Tenaga Kerja



loading…

JAKARTA – Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki banyak pencapaian. Walau dibutuhkan perbaikan tapi beberapa program dianggap sudah tepat sasaran seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Juru bicara 98 Resolution Network Supriyanto, memberikan apresiasi atas pencapaian Program MBG. Sampai saat ini jumlah penerima manfaat sudah mencapai 56,99 juta orang atau sekitar 76,45% dari target keseluruhan 74,56 juta penerima manfaat.

Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia telah mencapai 27.485 unit yang beroperasi secara resmi menurut catatan Badan Gizi Nasional (BGN). Menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 1,29 juta orang dan di antaranya disabilitas dan kaum perempuan. Sedangkan jumlah UMKM Bumdes Koperasi yang terlibat 412.275 sebagai pemasok bahan baku makanan sekitar dapur SPPG.

Baca juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran: Menata Kembali Arah Pembangunan Sesuai Amanat Konstitusi

Saat ini banyak beredar di media sosial framing untuk membangun opini seolah-olah MBG sebagai penyebab naiknya harga pangan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat. Sejak ada MBG harga beras, ayam, telur, sayuran, buah-buahan dan susu di pasar mengalami kenaikan.

“Menurut pandangan kami, hal ini karena belum terjadi peningkatan produksi pangan tetapi kebutuhan meningkat, permintaan (demand) meningkat tetapi penawaran (supply) tetap sehingga terjadi ketidakseimbangan harga di pasar,” tegas Antok sapaan akrab Supriyanto, Selasa (27/10/2026).

Dia menyebut banyak anak sekolah, balita, ibu hamil dan ibu menyusui tidak mampu membeli makanan yang memenuhi kadar gizi minimalnya. “Ketika tidak ada MBG dengan produksi pangan yang ada harganya murah, artinya demand rendah karena ketidakmampuan ekonomi sebagai besar saudara kita yang hidup dalam kemiskinan, tinggal di kampung kumuh perkotaan dan pelosok desa,” tegasnya.



–

Exit mobile version