MRC kini mengandalkan data yang hampir real-time dari sekitar 80 stasiun pemantauan, data sepanjang tahun dari stasiun Jinghong di China, serta data operasional dari 13 bendungan PLTA utama. Pada tahap selanjutnya, kerja sama ini akan diperluas dari sekadar berbagi data bendungan menjadi koordinasi pengoperasian bendungan.
Di tingkat nasional, pemerintah Vietnam tengah mempersiapkan berbagai skenario kekeringan, kekurangan air, dan intrusi air laut di Delta Mekong. Penyimpanan air tawar menjadi prioritas di wilayah selatan yang rentan, disertai pemantauan dan rencana pengelolaan pasokan air seiring berlangsungnya musim kemarau.
Pejabat Kamboja telah memompa air dari sungai dan kanal ke sawah yang sudah terdampak di Provinsi Pursat, di bagian barat negara itu, dengan memanfaatkan infrastruktur irigasi yang tersedia untuk melindungi tanaman.
SIAPA PALING MENDERITA
Menurut CARE (Cooperative for Assistance and Relief Everywhere), organisasi kemanusiaan global, yang membuat peristiwa ini sangat berbahaya adalah dampaknya terjadi di tengah berbagai kerentanan yang sudah ada, seperti kemiskinan dan ketimpangan.
El Nino akan memperparah berbagai masalah, termasuk tingginya harga pangan, tekanan ekonomi, pengungsian, rantai pasok yang rapuh, dan berkurangnya pendanaan kemanusiaan, kata organisasi itu kepada CNA.
El Nino besar yang diperkirakan terjadi kali ini “sangat mengkhawatirkan” karena datang ketika kerawanan pangan sudah tinggi dan sumber daya kemanusiaan berada di bawah tekanan berat, kata Ram Das, Direktur CARE Bangladesh.
Artinya, banyak keluarga hanya memiliki sedikit kemampuan tersisa untuk menghadapi kondisi tersebut, katanya.
Bagi jutaan perempuan dan anak perempuan, El Nino berisiko memperparah krisis pangan yang sudah ada. Menurut perkiraan CARE, 172,3 juta perempuan dan anak perempuan di negara-negara yang diperkirakan paling terdampak sudah terancam kerawanan pangan, bahkan sebelum kekeringan berkepanjangan dan panas ekstrem yang menekan hasil panen, pendapatan, dan pasokan pangan.
“Yang sudah kami lihat di lapangan adalah perempuan dan anak perempuan sering kali menjadi kelompok pertama yang merasakan dampak kerawanan pangan terkait iklim. Perempuan sering kali harus menghadapi dampaknya, mencari cara untuk mencukupkan sumber daya rumah tangga sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga mereka,” kata Reiza Dejito, Direktur CARE Filipina.
Secara global, Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan dalam pernyataan pada 5 Agustus bahwa kondisi El Nino dapat membuat hingga 49 juta orang lainnya mengalami kelaparan akut pada akhir tahun depan.

