SUMBER TUDINGAN
Sementara itu, Aldwin mempertanyakan dari mana awal informasi mengenai dugaan tersebut berasal. Menurutnya, sumber informasi menjadi hal penting sebelum tudingan itu dikaitkan dengan kliennya.
“Yang bicara pertama itu dari mana? Oh, anonim… Itu, kan, belum bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi inisialnya apa, EJR,” ujar Aldwin.
Menurut Aldwin, narasi yang beredar di media sosial juga tidak memiliki kronologi dan kepastian waktu yang jelas. Sekalipun cerita tersebut kemudian dikaitkan dengan El Rumi karena kesamaan inisial, menurutnya hal itu belum bisa membuktikan bahwa sosok yang dimaksud memang kliennya.
Menanggapi tudingan yang beredar, Aldwin mempersilakan pihak yang merasa mengalami kejadian di luar batas kewajaran dengan kliennya untuk menyampaikan klaim tersebut secara terbuka dan menempuh jalur resmi, alih-alih menggunakan akun anonim.
“Kalaupun nanti ada seseorang yang mengklaim, jangan anonim, gitu. Jangan anonim, coba perlihatkan, sampaikan resmi, gitu. Sampaikan resmi, ya, gitu. Jadi, kalau perlu, kan, ada proses hukum dan sebagainya, silakan,” tegas Aldwin.
Meski tudingan berasal dari akun anonim, El disebut merasa tetap perlu memberikan klarifikasi demi menjaga nama baiknya dan mencegah rumor berkembang semakin jauh. Untuk saat ini, pihak El masih mengamati perkembangan isu tersebut dan mempertimbangkan tindakan hukum apabila diperlukan.
Jika kamu mengalami atau mengetahui adanya kekerasan maupun pelecehan terhadap perempuan dan anak, segera hubungi SAPA di 129 atau melalui WhatsApp 08111-129-129.

