
loading…
Di tengah kepungan krisis finansial global dan pembengkakan utang yang belum pernah terjadi dalam sejarah, Elon Musk melontarkan pernyataan mengejutkan. Foto/Dok
Berdasarkan data Kementerian Keuangan AS (US Treasury) per 15 Oktober 2026, total utang nasional Negeri Paman Sam -julukan AS- telah menembus angka fantastis USD40,39 triliun (sekitar Rp726.021 triliun dengan kurs Rp17.975 per USD).
Musk mengungkapkan bahwa pengalaman masa lalunya saat memimpin eksperimen Department of Government Efficiency (DOGE) membuktikan, bahwa defisit anggaran tidak bisa diselesaikan dari dalam tubuh birokrasi pemerintahan. Pasalnya, hampir tidak ada pejabat berwenang yang benar-benar berniat memotong pengeluaran negara.
Baca Juga: Elon Musk Sebut AS 1.000% Bakal Bangkrut: Utang Amerika Tembus Rp713.684 Triliun
“Jika Anda mencoba menyelesaikan defisit dan menghentikan pemborosan anggaran, Anda hanya akan menciptakan banyak musuh. Satu-satunya cara kita akan menyelesaikan utang nasional adalah dengan AI dan robot,” tegas Musk.
Musk menambahkan, bahwa Presiden Donald Trump “sangat suka disukai publik”, sehingga pemangkasan anggaran yang agresif akan sangat dihindari karena memicu resistensi politik. Musk bahkan mengakui secara jujur bahwa dirinya sempat “terlalu larut” di DOGE, meninggalkan bisnis utamanya terlalu lama, dan seharusnya kembali fokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) lebih cepat.
Baca Juga: Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Gagasan radikal Musk berpacu dengan waktu seiring dengan kian gentingnya pasar obligasi AS. Imbal hasil (yield) surat utang AS (Treasury) tenor 10 tahun melesat hingga 5,29%, sementara yield tenor 30 tahun meroket ke 5,61%, posisi tertinggi sejak tahun 2002. Bahkan biaya pembayaran bunga utang AS kini telah melampaui seluruh anggaran militer negara tersebut.

