JADI KORBAN BULLY
Namun, kembali ke sekolah setelah menjalani pengobatan ternyata menjadi tantangan besar lainnya bagi Evan. Ia menjadi korban bullying karena kondisi rambutnya setelah menjalani kemoterapi.
“Energiku jauh berkurang dan karena rambutku masih tumbuh kembali setelah kemoterapi, aku sering diejek karena hal itu,” ungkapnya.
Mengenai alasannya memilih untuk tidak membicarakan perjuangannya melawan kanker hingga sekarang, Evan mengakui, “Sudah lama sekali aku tidak memikirkan hal itu. Rasanya menyakitkan untuk membicarakannya kembali.”
Meski Evan sebelumnya tidak pernah membahas pengalaman tersebut secara langsung, ternyata ia pernah menuangkannya dalam bentuk lagu tanpa diketahui siapa pun.
“Ketika aku bernyanyi di Death Of Me, single utamanya, bahwa ini ‘bukan akhir hidupku’, itu berasal dari pengalaman ketika aku sendiri benar-benar pernah berada tepat di ambang kematian,” ungkapnya.
“Seberapa pun terpuruknya aku, berkali-kali aku merasa bahwa itu tidak pernah benar-benar menjadi akhir,” pungkasnya.
Pada Maret lalu, Evan meninggalkan ENHYPEN untuk mengejar karier sebagai penyanyi solo. Ia menyampaikan pesan langsung kepada para penggemar melalui sebuah surat yang diunggah di Weverse.
Dalam surat tersebut, Evan mengenang perjalanan yang telah dilaluinya bersama grup dan menjelaskan bahwa ia sebenarnya sudah cukup lama mengembangkan materi musik pribadinya.
Namun, saat itu ia memilih menahannya agar proyek solonya tidak mengalihkan perhatian dari aktivitas ENHYPEN.

