TOKYO: Pemerintah Indonesia terus memantau dampak gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak dilaporkan dalam kondisi aman berdasarkan hasil koordinasi dengan komunitas Indonesia setempat.
“Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tokyo terus memantau perkembangan situasi pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang terjadi pada Selasa (28/7) di wilayah Kumamoto, Jepang, tepatnya di Pulau Kyushu,” kata Kemlu dalam pernyataan resminya, Rabu (29/7).
Kemlu menjelaskan, gempa tersebut diikuti sejumlah gempa susulan serta peringatan tsunami yang kini telah dicabut. Bencana itu juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum dan rumah warga.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan WNI yang menjadi korban.
“KBRI Tokyo telah menghubungi simpul komunitas WNI yang berada di wilayah Kumamoto dan Kyushu. Sejauh ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa di kedua wilayah tersebut. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman,” demikian pernyataan Kemlu.
Kemlu mengimbau seluruh WNI yang berada di wilayah akreditasi KBRI Tokyo tetap tenang dan terus memantau perkembangan situasi melalui informasi resmi Japan Meteorological Agency (JMA).
Sementara itu, otoritas Jepang melaporkan jumlah korban tewas akibat gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto bertambah menjadi lima orang.
Tim penyelamat yang bekerja sepanjang malam berhasil mengevakuasi delapan orang dari pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto setelah terjadi ledakan di dalam mal tersebut pascagempa.
Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang menyatakan, dua korban ditemukan meninggal dunia di dalam pusat perbelanjaan yang rusak parah. Tiga korban lainnya ditemukan di lokasi berbeda di wilayah Kumamoto.
Gempa juga menyebabkan ribuan rumah mengalami pemadaman listrik serta memicu kerusakan dan retakan di sejumlah ruas jalan.

