
loading…
Dua warga Kristen Gaza, Maysaa Khader Abu Daoud dan putrinya; Marie, meninggal setelah apartemen mereka dibombardir militer Israel. Foto/Palestine Chronicle
Sang ibu diidentifikasi bernama Maysaa Khader Abu Daoud, sedangkan putrinya bernama Marie. Keduanya berada di dalam apartemen di kawasan Rimal ketika serangan udara militer Israel menghantam kawasan tersebut. Serangan terjadi meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak tahun lalu.
Baca Juga: AS Usir 2 Delegasi Iran di PBB
Puluhan orang berkumpul di Gereja Ortodoks Yunani St Porphyrius di Kota Gaza untuk mengikuti upacara pemakaman, melantunkan nyanyian rohani, dan mendengarkan pembacaan doa bagi kedua mendiang.
Jenazah ibu dan putrinya tersebut dimakamkan, sementara Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga serta komunitas Kristen yang lebih luas di Gaza.
Pendeta terkemuka Palestina, Munther Isaac, juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga tersebut, seraya menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “genosida di Gaza terus berlanjut”.
Pendeta yang berbasis di Ramallah itu menambahkan: “Dua perempuan Kristen, seorang ibu dan anak perempuannya, termasuk di antara lima orang yang tewas ketika sebuah gedung hunian di Gaza dibom pada tengah malam.”
Para sumber medis dan saksi mata, yang dikutip The New Arab, Minggu (4/10/2026), mengatakan serangan bom Israel menghantam apartemen tersebut pada Sabtu dini hari. Menurut mereka, ada enam orang lainnya yang terluka.

