Site icon News Today

Hari Santri Nasional 2026 Jadi Momentum Perkuat Pencegahan Kekerasan di Pesantren



loading…

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi pengelola pondok pesantren untuk memperkuat pengawasan terhadap potensi perundungan. Foto/SindoNews

JAKARTA – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi pengelola pondok pesantren untuk memperkuat pengawasan terhadap potensi perundungan. Termasuk kekerasan fisik, dan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan berasrama.

Seruan tersebut disampaikan Gerakan Indonesia Berfitrah (GIF) bersama Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) dan Pimpinan Pusat (PP) Salimah. Ketiga organisasi itu mendorong penerapan sistem perlindungan santri yang lebih konkret, mulai dari pembenahan tata ruang asrama hingga penyediaan saluran pengaduan yang aman.

Ketua Umum DPP BKPRMI KH Nanang Mubarok mengatakan pesantren harus menjadi lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung pembentukan karakter generasi muda. Menurut dia, tidak boleh ada toleransi terhadap perundungan maupun segala bentuk kekerasan di lingkungan asrama.

Baca juga: Peringati Hari Santri 2026, Prabowo: Santri Bagian Penting dalam Sejarah Kemerdekaan

“Santri adalah aset terbesar peradaban bangsa. Hari Santri ini harus menjadi ikhtiar kolektif kita untuk memastikan lingkungan pesantren benar-benar aman, bersih, dan beradab. Tidak boleh ada ruang kompromi maupun sikap menutup mata terhadap bibit perundungan, kekerasan, apalagi perilaku seksual menyimpang di asrama,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).



–

Exit mobile version