Site icon News Today

HP mahal makin diburu meski ekonomi global lesu


Sebagai pembanding, pangsa pasar smartphone premium tercatat 25 persen pada semester I-2025 dan 20 persen pada periode yang sama pada 2022.

Counterpoint menilai, naiknya harga memori dan sejumlah komponen smartphone ikut mendorong pertumbuhan tersebut. Dampaknya memang lebih terasa pada ponsel kelas bawah dan menengah dibanding perangkat premium.

Analis Senior Counterpoint Harshit Rastogi menjelaskan, produsen smartphone premium punya ruang lebih besar untuk menanggung kenaikan biaya produksi karena margin keuntungannya lebih tinggi. Di saat yang sama, vendor juga mulai memangkas berbagai program promosi yang sebelumnya dipakai untuk mendongkrak penjualan.

Akibatnya, permintaan di segmen premium tetap terjaga meski kondisi pasar belum sepenuhnya pulih.

“Ketika harga smartphone Android kelas menengah naik, selisih harganya dengan ponsel flagship, terutama model lama yang mendapat diskon, menjadi semakin tipis. Kondisi ini membuat perangkat flagship menjadi pilihan upgrade yang lebih menarik,” kata Rastogi, dikutip dari laman Counterpoint.

Selain faktor harga, para produsen juga makin gencar memperluas skema pembelian agar perangkat premium terasa lebih terjangkau. Samsung, misalnya, memperluas program Galaxy Forever ke lebih banyak negara.

Lewat program ini, konsumen cukup membayar setengah harga perangkat melalui cicilan selama satu tahun. Setelah 12 bulan, pengguna bisa mengembalikan perangkat, melakukan upgrade ke model baru, atau melunasi sisa pembayarannya.



Source link

Exit mobile version