Site icon News Today

Hujan redakan kabut asap, karhutla masih mengancam


PETUGAS DAMKAR TERUS BERJUANG MEMADAMKAN API

Meski kondisi mulai membaik, petugas pemadam kebakaran masih bekerja di lapangan.

Berton mengatakan, sebanyak 51.057 personel telah dikerahkan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Selatan. Pada satu titik, jumlah personel yang terlibat bahkan melampaui 71.000 orang.

Sementara itu, operasi pemadaman masih berlangsung di lahan seluas sekitar 1.140 hektare di Kalimantan Tengah, 391 hektare di Kalimantan Barat, 35 hektare di Kalimantan Selatan, dan 23 hektare di Sumatra Selatan.

Suwarto, petugas pemadam kebakaran yang telah menghabiskan 51 hari memadamkan api di Padang Sugihan, kawasan suaka margasatwa di Sumatra Selatan, mengatakan, sejauh ini ia hanya mengalami gerimis ringan.

Selama 20 tahun bekerja, ia belum pernah menyaksikan kebakaran separah ini, bahkan melampaui kebakaran pada 2015 yang selama ini dianggap sebagai yang terburuk di Indonesia dalam dua dekade. Menurutnya, panas ekstrem, angin kencang, dan mengeringnya sumber air menjadi faktor utama.

“Panasnya luar biasa, begitu ekstrem hingga memicu kebakaran berulang, yang kemudian kembali menyulut material mudah terbakar,” katanya kepada CNA.

“Sumber air mengering dan api menyebar ke wilayah luas di kawasan hutan lindung, tempat menjaga ketersediaan pakan gajah sangat penting.”

Juru bicara BNPB Berton mengatakan, hujan saja belum tentu dapat memadamkan kebakaran gambut yang terjadi di bawah permukaan tanah.

“Kalau hujan hanya sekali atau dua kali, potensi kebakaran masih ada karena bara api mungkin masih tersisa di bawah permukaan,” katanya.

Ia menambahkan, petugas harus membasahi lahan gambut secara menyeluruh hingga jenuh air untuk mencegah api kembali menyala.



Source link

Exit mobile version