Site icon News Today

IHSG Ditutup Jeblok 1,22% ke 5.373, Seluruh Sektor Saham Ambruk



loading…

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Senin (26/10/2026). FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) jeblok 1,22% atau 66,17 poin ke level 5.373 pada penutupan perdagangan Senin, seiring dominasi saham yang melemah di pasar. Seluruh indeks sektoral berakhir di zona merah, dengan jumlah saham yang turun mencapai 542 emiten.

Pada penutupan perdagangan Senin (26/10), tercatat 174 saham menguat, 542 saham melemah, dan 247 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp33,5 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 14,8 miliar saham.

Baca Juga: IHSG Pekan Ini Diprediksi Mixed Menguji 5.540, Investor Wait and See Arah The Fed dan Big Caps

Pelemahan juga terjadi pada sejumlah indeks utama, yakni LQ45 yang turun 0,89% ke level 542, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 1,01% ke 316, IDX30 turun 0,67% ke 304, serta MNC36 terkoreksi 0,79% ke 238.

Seluruh indeks sektoral kompak melemah, meliputi energi, konsumer non-siklikal, infrastruktur, properti, bahan baku, industri, transportasi, kesehatan, konsumer siklikal, keuangan, dan teknologi. Kondisi tersebut mencerminkan tekanan yang meluas di berbagai sektor perdagangan saham pada akhir sesi.

Di tengah pelemahan pasar, saham PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN) menjadi salah satu penguat terbesar dengan kenaikan 26,67% ke Rp19, disusul PT Andira Agro Tbk (ANDI) yang naik 25% ke Rp35 dan Premier ETF SMInfra18 yang menguat 20,07% ke Rp329.

Baca Juga: IHSG Dibuka Menghijau, Pagi Ini Sentuh 5.442 saat 641 Saham Masih Stagnan

Sementara itu, saham PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) mencatat penurunan terbesar sebesar 10% ke Rp81, diikuti PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) yang melemah 9,30% ke Rp117 dan PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) turun 8,72% ke Rp178.

(nng)



–

Exit mobile version