Indonesia tengah berupaya memadamkan kebakaran di Kalimantan dan Sumatra, di mana ASEAN Specialised Meteorological Centre pada Selasa melaporkan adanya “titik panas yang tersebar luas”.
“Gumpalan asap lintas batas dengan intensitas sedang hingga pekat terpantau menyelimuti Kalimantan Utara, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, Sabah, Sarawak, Brunei, serta sebagian Palawan dan Panay di Filipina,” demikian tulis ASEAN Specialised Meteorological Centre di situsnya.
Pada Selasa (1/9), Pontianak menjadi kota dengan polusi udara terburuk di Indonesia, dengan indeks kualitas udara (AQI) 851 pada pukul 11.00, menurut data IQAir, platform asal Swiss yang memantau kualitas udara.
Palangka Raya di Kalimantan Tengah berada di urutan kedua dengan AQI 675. Angka AQI di atas 300 tergolong berbahaya.
Di Malaysia, enam wilayah di Sarawak mencatat kualitas udara “berbahaya” pada Selasa. Distrik Serian mencatat Indeks Pencemaran Udara (API) tertinggi sebesar 408, disusul Kuching dengan 407, menurut laporan kantor berita Bernama. Angka API di atas 300 tergolong berbahaya.
Pekan lalu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, lebih dari 5 juta orang di Kalimantan dan Sumatra terpapar langsung risiko kabut asap berbau menyengat yang berasal dari puluhan kebakaran di berbagai wilayah kepulauan Indonesia.
Ia mengatakan, sekitar 13.500 orang menjalani perawatan akibat infeksi saluran pernapasan pada Juli dan Agustus 2026.

