Site icon News Today

Influencer Pintar Jadi Tren Baru Brand Fashion Mewah


Para influencer ini sebelumnya sudah membangun komunitas yang mapan berdasarkan minat dan aktivitas intelektual. Karena itu, mereka dianggap menawarkan makna yang lebih besar sekaligus menumbuhkan kepercayaan lebih kuat dibandingkan kreator yang sekadar dibayar untuk mengunggah konten.

“Di tengah meningkatnya ketergantungan pada AI, berbagai trik untuk merebut perhatian, dan banjir konten berdurasi pendek, audiens mulai mencari sesuatu yang benar-benar memiliki makna… kedalaman kini menjadi penanda kredibilitas tersendiri,” kata Eve Lee, pendiri agensi kreatif Digi Fairy dan Source Material.

“Saat ini, (audiens) mengharapkan konten yang berlandaskan nilai… Mereka menginginkan perspektif yang kuat dan opini yang didukung pengetahuan,” kata komentator fashion Rian Phin.

Phin mengatakan bahwa dirinya lebih mudah memercayai influencer intelektual seperti ilmuwan atau akademisi, dibandingkan kreator tradisional, bahkan ketika mereka mengunggah konten fashion atau rutinitas kecantikan. Alasannya, fokus utama karier mereka bukan sekadar menjual sesuatu.

Aktivitas mencari pengetahuan juga semakin berkembang menjadi kegiatan penting yang dilakukan bersama-sama. Seperti diamati Panzoni, aktivitas tersebut kini menjadi “ruang untuk merasa menjadi bagian dari sesuatu”, dengan Gen Z yang semakin tertarik pada klub buku, diskusi terbuka dan kegiatan membaca di kafe, sebagai ruang untuk mengisi waktu luang dan bersosialisasi.

Kehidupan intelektual tidak lagi terbatas pada aktivitas belajar seorang diri, tetapi mulai melekat dalam kehidupan komunitas. Pergeseran inilah yang turut menjelaskan mengapa tipe kreator seperti ini semakin menarik bagi audiens.

Namun, brand yang ingin bekerja sama dengan kreator intelektual perlu berfokus pada substansi, kepengarangan, dan relevansi budaya.

Di tengah lanskap ketika konten semakin mudah diproduksi tetapi semakin sulit dibedakan satu sama lain, kemampuan memberikan interpretasi dan sudut pandang tersebut menjadi pembeda.

“Mereka membuka jalan dan membingkai ulang fashion dalam lanskap modern sebagai sesuatu yang bisa dieksplorasi, bukan sekadar dikonsumsi,” pungkas Phin. 



Source link

Exit mobile version