JAKARTA: Sekitar 70 ribu jemaah umrah Indonesia diperkirakan menggunakan penerbangan transit melalui Singapura dan Malaysia. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong agar perjalanan tersebut dialihkan ke penerbangan langsung menggunakan maskapai nasional seperti Garuda Indonesia dan Lion Air untuk memperkuat perekonomian dalam negeri.
Menurut Dahnil, jumlah jemaah yang menggunakan rute transit tersebut merupakan potensi pasar yang dapat dimanfaatkan maskapai Indonesia untuk meningkatkan layanan penerbangan menuju Arab Saudi.
“Jemaah yang transit di Malaysia dan Singapura cukup besar, 70 ribuan. Jika itu diarahkan ke penerbangan nasional juga membantu ekonomi nasional kita. Kita harus dorong dua maskapai nasional kita, yaitu Lion dan Garuda,” katanya.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah mengumpulkan asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk membahas pilihan rute penerbangan jemaah, termasuk pertimbangan keamanan dan dampaknya terhadap industri penerbangan nasional.
“Kami kumpulkan asosiasi PPIU untuk menjadi perhatian kepada pelaku bisnis travel. Kami minta kepada asosiasi jangan dulu memilih penerbangan transit seperti ke Malaysia atau Singapura,” ujar Dahnil.
Ia mengimbau jemaah dan penyelenggara perjalanan mengutamakan penerbangan langsung menuju Jeddah atau Madinah dibandingkan penerbangan yang harus singgah di negara lain.
“Kami sebagai pihak yang mengelola haji dan umrah mengimbau jemaah memilih maskapai direct, bukan penerbangan transit. Lebih aman bisa direct ke Jeddah atau Madinah. Jadi kami sarankan itu,” katanya.
Imbauan tersebut disampaikan di tengah perkembangan situasi keamanan kawasan Timur Tengah yang terus dipantau pemerintah.
Dahnil mengatakan, hingga Senin (26/10), penyelenggaraan ibadah umrah di Arab Saudi masih berjalan normal. Kemenhaj juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memantau perkembangan situasi.
“Terkait kondisi eskalasi Timur Tengah, Saudi baik-baik saja dalam konteks peribadatan umrah. Kemenlu juga sama, baik-baik saja. Sampai detik ini kegiatan umrah berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Wamenhaj.

