Dampak asap karhutla juga terlihat di Kalimantan dan telah mencapai wilayah Malaysia. Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) melaporkan, kepulan asap dari titik panas di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah bergerak ke utara menuju Sarawak bagian barat.
Mengutip laporan Detik, berdasarkan pantauan citra satelit, asap karhutla terpantau menyeberang ke wilayah Malaysia yang berbatasan dengan Kalimantan Barat pada 4 serta 6-9 Agustus 2026.
Di Indonesia, Pontianak menjadi salah satu kota dengan kualitas udara terburuk. BNPB menyebut, pada 9 Agustus sejumlah wilayah mencatat kualitas udara mulai dari tidak sehat bagi kelompok sensitif hingga sangat tidak sehat. Nilai AQI tertinggi tercatat di Pontianak, Kalimantan Barat, sebesar 193.
Sementara itu, sembilan wilayah di Sarawak mencatat indeks polusi udara (API) dalam kategori tidak sehat. Serian mencatat API tertinggi sebesar 180, diikuti Samarahan 163, Kuching 162, Sibu 158, Mukah 156, Sarikei 154, Sri Aman 153, Bintulu 147, dan Samalaju 142.
Johan Setia di Selangor juga berada dalam kategori tidak sehat dengan API 153. Dalam klasifikasi Malaysia, API 101-200 termasuk kategori tidak sehat.
Kondisi kering diperkirakan masih berlangsung di sebagian besar kawasan ASEAN bagian selatan dan meningkatkan risiko kabut asap lintas batas. BNPB menyatakan, peralihan musim menyebabkan angin dominan bergerak dari tenggara ke barat, yang berpotensi membawa asap dari Indonesia menuju Malaysia.
DAMPAK KESEHATAN
Di Sumatera Selatan, otoritas kesehatan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena paparan asap dapat memicu iritasi mata, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga diare.
Masyarakat disarankan memakai masker ketika berada di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, menjaga kebersihan tubuh, serta mengurangi aktivitas luar ruang apabila kualitas udara memburuk hingga kategori sangat tidak sehat atau berbahaya.
Epidemiolog Dinas Kesehatan Sumsel Murni mengatakan, pemerintah dapat mengambil langkah lebih jauh apabila kondisi udara terus memburuk. “Kalau kualitas udara semakin memburuk, pemerintah akan meningkatkan langkah perlindungan masyarakat, seperti mempertimbangkan meliburkan sekolah,” kata Murni, yang juga menjadi Penanggung Jawab Program ISPA dan Pneumonia Dinkes Sumsel.

