Berdasarkan klasifikasi API Malaysia, angka hingga 50 dikategorikan baik, 51 hingga 100 sebagai sedang, 101 hingga 200 sebagai tidak sehat, dan 201 hingga 300 sebagai sangat tidak sehat. Angka di atas 300 dikategorikan berbahaya.
Di Kuala Lumpur, angka API tercatat 159 di Cheras dan 158 di Putrajaya. Shah Alam mencatat API sebesar 157, menurut laporan media The Star.
“Malaysia mengakui dan mendukung langkah cepat yang diambil pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, dalam meningkatkan strategi mitigasi kebakaran hutan dan lahan,” kata Arthur dalam pernyataan pada Senin (24/8), seperti dikutip Bernama.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana Malaysia dan Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) tengah menyiapkan jadwal untuk menyinkronkan operasi dengan Panglima Tentara Nasional Indonesia, kata sang menteri.
Ia menambahkan bahwa Putrajaya, dalam semangat bertetangga dan solidaritas regional, tetap siap membantu Indonesia memadamkan kebakaran, dengan syarat mendapatkan persetujuan Kabinet.
Arthur mencatat langkah-langkah Indonesia mengatasi karhutla, mencakup pengerahan tambahan 1.500 personel TNI, penggunaan helikopter berkapasitas besar untuk operasi water bombing, serta operasi modifikasi cuaca.
Ia mengatakan kementeriannya, melalui Departemen Lingkungan Hidup dan MetMalaysia, akan terus melakukan pemantauan aktivitas titik panas dan kualitas udara ambien, sekaligus mempertahankan jalur komunikasi dengan otoritas Indonesia demi kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

