Site icon News Today

Kabut Asap Pekanbaru-Palembang Picu Lonjakan Kasus ISPA


NEBULIZER SEBAGAI PENYELAMAT

Dampak kesehatan akibat kabut asap juga terlihat di Palembang, Sumatra Selatan.

Data Dinas Kesehatan Palembang menunjukkan kasus ISPA mencapai 3.807 pada minggu keempat Agustus. Jumlahnya kemudian meningkat menjadi 4.104 pada minggu pertama September dan 4.326 pada minggu kedua.

Balita, anak-anak, serta kelompok usia produktif disebut menjadi kelompok yang rentan terdampak.

Di Puskesmas Sukarami, peningkatan pasien dengan gejala ISPA terlihat dalam dua pekan terakhir dibandingkan total pasien pada Agustus.

Dokter fungsional Poliklinik ISPA Puskesmas Sukarami Citra Suwarnaputri mengatakan rata-rata sekitar 20 pasien datang setiap hari. Jumlah tertinggi tercatat pada Senin (14/9) dengan 32 pasien.

”Mayoritas pasien mengeluhkan gejala sakit tenggorokan, batuk kering ataupun berdahak, serta flu dengan hidung tersumbat yang diiringi demam rata-rata selama tiga hari,” ungkap Citra, dikutip Kompas.

Salah satu pasien yang membutuhkan penanganan adalah Aurelia, 5, yang memiliki riwayat asma sejak lahir.

Ibunya, Mita, 35, mengatakan dalam kondisi normal Aurelia biasanya menjalani terapi nebulizer sekitar sebulan sekali ketika asmanya dipicu batuk atau pilek.

Namun, selama polusi asap karhutla, frekuensi terapi meningkat menjadi sedikitnya sekali dalam seminggu.

”Terapi nebulizer itu menjadi penolong utama Aurelia yang memiliki riwayat asma bawaan sejak lahir,” kata Mita.

Pada Selasa (15/9), Aurelia menjalani terapi selama sekitar 15 menit menggunakan nebulizer dengan obat Ventolin dan Pulmicort di Posko Penanganan Dampak Asap Karhutla Puskesmas Sukarami.

Kondisi tersebut terjadi ketika kualitas udara Palembang memburuk. Berdasarkan pemantauan konsentrasi partikulat PM2.5 oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kualitas udara harian di kota itu rata-rata berada dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat selama sebulan terakhir.

Untuk menangani dampak kesehatan, Dinas Kesehatan Palembang menyiagakan 61 posko yang tersebar di wilayah kerja 42 puskesmas dan sejumlah fasilitas publik.

Posko menggunakan sistem jemput bola ke permukiman untuk memberikan edukasi kesehatan, membagikan masker, serta memberikan pengobatan kepada warga.



Source link

Exit mobile version