SINGAPURA: Kualitas udara di wilayah tengah Singapura mencapai tingkat tidak sehat pada Jumat (4/9), dengan Indeks Standar Pencemar (PSI) 24 jam melampaui 100, menurut data yang dirilis oleh Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA).
Pada pukul 07.00 pagi, PSI 24 jam di wilayah tengah tercatat 101, masuk kategori tidak sehat yang berada pada rentang 101 hingga 200. Angka itu naik tipis menjadi 105 pada pukul 10.00.
Angka di wilayah lain di negara-kota tersebut tetap berada dalam kategori sedang. Pada pukul 10.00, PSI 24 jam tercatat 90 di wilayah barat, 89 di timur, 78 di utara, dan 75 di selatan.
NEA menyatakan akan menerbitkan imbauan harian terkait kabut asap, termasuk prakiraan PSI 24 jam, setelah PSI 24 jam Singapura masuk kategori tidak sehat, yakni ketika angkanya di atas 100. Prakiraan tersebut dapat membantu masyarakat merencanakan kegiatan dan acara selama 24 jam ke depan.
PSI 24 jam dikembangkan sebagai indikator kualitas udara harian Singapura dan menjadi acuan bagi imbauan kesehatan harian NEA. Indeks ini dihitung berdasarkan enam polutan udara, yakni PM2.5, PM10, ozon, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan karbon monoksida.
Sementara itu, angka PM2.5 satu jam merupakan rata-rata kadar polutan PM2.5 dalam satu jam. PM2.5 adalah partikel halus berdiameter 2,5 mikrometer atau kurang dan merupakan polutan dominan saat terjadi kabut asap yang membahayakan kesehatan.
Jika PSI 24 jam merupakan rata-rata selama 24 jam terakhir, angka PM2.5 satu jam mencerminkan kualitas udara pada satu titik waktu.

