Site icon News Today

Keamanan Rantai Pasok Pangan Jadi Syarat Utama Program MBG



loading…

Keamanan rantai pasok pangan menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan penerima program MBG. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Keamanan rantai pasok pangan menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan konsumen sekaligus keberlanjutan bisnis industri makanan, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus dugaan keracunan makanan MBG di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, serta penarikan produk susu formula di sejumlah negara menegaskan pentingnya pengawasan kualitas dari bahan baku hingga produk dikonsumsi.

“Mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, pengolahan, pemasakan, pemorsian, hingga saat dimakan, itu semua titik krusial,” kata dokter dan pendidik gizi Tan Shot Yen dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).

Baca Juga: Kasus Korupsi MBG, Pakar Sebut Peta Tersangka Kejagung Masih Sangat Mungkin Berkembang

Tan mengatakan temuan tiga jenis bakteri, yakni Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, dan Escherichia coli, pada sampel makanan MBG yang diduga menyebabkan keracunan di Karo menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap penerapan standar keamanan pangan. Menurut dia, pemanasan ulang tidak selalu menghilangkan toksin yang telah terbentuk ketika makanan disimpan atau ditangani dalam kondisi yang tidak tepat.

Salah satu risiko berasal dari Bacillus cereus, bakteri yang dapat mencemari beras dan nasi serta menghasilkan toksin cereulide yang tahan panas. Karena itu, pengendalian suhu penyimpanan dan penanganan makanan perlu dilakukan secara konsisten. Tan menilai penerapan sistem Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), yakni sistem identifikasi dan pengendalian bahaya pangan pada setiap tahap produksi, penting bagi penyedia makanan berskala besar.

Risiko kontaminasi juga dapat terjadi pada industri manufaktur pangan global. Pada awal 2026, sejumlah produk susu formula yang dipasarkan di berbagai negara ditarik karena potensi keberadaan toksin cereulide yang dikaitkan dengan bahan baku minyak asam arakidonat (ARA). Kasus tersebut melibatkan produk dari produsen seperti Nestlé dan Danone, sehingga memperlihatkan pentingnya pengawasan terhadap pemasok bahan baku.



–

Exit mobile version