Site icon News Today

Kebakaran Bromo Padam Setelah 11 Hari, 1.120 Hektare Terdampak


JAKARTA:  Setelah berkobar selama 11 hari, kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akhirnya berhasil dipadamkan pada Jumat (14/8). Lebih dari 1.100 hektare kawasan terdampak, sementara petugas masih melakukan pembasahan dan patroli untuk mencegah munculnya titik api baru.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengungkapkan sudah tidak ditemukan titik api di sejumlah lokasi yang sebelumnya terbakar, mulai dari Blok Seruni, Bukit Cinta, Bukit Kingkong hingga Pakis Bincil.

Meski api telah padam, asap tipis masih terpantau di beberapa lokasi. Salah satunya berada di Pakis Bincil yang diduga berasal dari sisa bara di dalam tanah.

“Berdasarkan perkembangan terkini titik api sudah berhasil dipadamkan dan terpantau asap tipis,” ungkap Sadono kepada Kompas.com.

Berdasarkan asesmen sementara, kebakaran telah berdampak terhadap sekitar 1.120,3 hektare kawasan TNBTS. Vegetasi yang terbakar meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, serta semak belukar yang mendominasi kawasan taman nasional tersebut.

Humas Satgas Karhutla TNBTS Aan Jauhari juga memastikan kebakaran yang berlangsung sejak Senin (3/8) telah berhasil dipadamkan.

Pemantauan udara menggunakan drone tidak lagi menemukan titik api di kawasan terdampak.

“Alhamdulillah hasil pemantauan drone udara nihil (titik api),” tutur Aan.

MASIH DITUTUP UNTUK WISATAWAN

Meski titik api sudah tidak ditemukan, patroli melalui jalur darat dan udara tetap dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran susulan.

Petugas juga melanjutkan pembasahan di sejumlah area, terutama lokasi yang masih berpotensi menyimpan bara.

“Betul (operasi darat dan udara untuk pembasahan),” jelas Aan.

Dalam proses pemadaman, tiga helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing di sejumlah titik rawan.

Sepanjang Kamis (13/8), operasi udara dilakukan sebanyak 26 penerbangan dengan total sekitar 64.000 liter air dijatuhkan ke kawasan terdampak.

Penanganan dari jalur darat melibatkan BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), polisi hutan, dan relawan.

Petugas melakukan pemadaman manual, pembasahan, serta penyisiran dengan berbagai peralatan, mulai dari gepyok, drone water sprayer, mobil pemadam kebakaran, mobil tangki air, hingga kendaraan taktis Komodo.

Satgas juga menyiagakan personel untuk memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat di sekitar kawasan maupun wisatawan.

Kawasan wisata Gunung Bromo masih ditutup total bagi wisatawan hingga 15 Agustus 2026. Hasil evaluasi penanganan kebakaran akan menjadi acuan sebelum kawasan tersebut dinyatakan aman untuk kembali dibuka bagi pengunjung.



Source link

Exit mobile version