Site icon News Today

‘Kiamat lumpur’ Nepal: keluarga tunggu kabar korban


Dalam beberapa hari terakhir, tim penyelamat menggunakan peledakan dan penggalian untuk membuka akses ke terowongan-terowongan tersebut, dengan harapan para pekerja selamat dari terjangan awal banjir dengan berlindung di ruang pembangkit bawah tanah.

Para insinyur dilaporkan memompa udara ke dalam terowongan.

Satu tim sempat berhasil masuk ke salah satu terowongan, tetapi kemudian keluar setelah tidak menemukan siapa pun di lokasi.

Di sebuah pangkalan militer di Bidur yang kini menjadi pusat operasi udara menuju zona bencana di wilayah utara, kerumunan orang terus menunggu sambil berharap mendapat kabar tentang anggota keluarga mereka yang hilang.

Di luar kota tersebut, infrastruktur jalan dan jembatan telah hancur total.

Paarvati Shrestha dari Kathmandu masih mencari suaminya, seorang pedagang yang belum terdengar kabarnya sejak banjir menerjang kawasan perbatasan tempat ia bekerja. Menurut Shrestha, suaminya kemungkinan sedang dalam perjalanan menuju China pada pagi hari saat banjir terjadi. Namun ia masih berharap sang suami sempat menyelamatkan diri.

“Seorang sepupu dari Bidur yang mengenali suami saya dari tatonya mengatakan dia berhasil melarikan diri bersama orang-orang lain ke hutan,” katanya.

Perempuan berusia 45 tahun itu mengatakan tentara memintanya terus memeriksa daftar nama dan foto untuk mengetahui apakah suaminya telah ditemukan, hidup ataupun meninggal.

“Kami sudah berhari-hari menunggu sampai tidak bisa makan atau tidur. Jadi kami meminta tim penyelamat berusaha semaksimal mungkin,” katanya.



Source link

Exit mobile version