
loading…
Kisah Rasulullah SAW dan Da’tsur menjadi salah satu gambaran tentang kuatnya keyakinan kepada Allah SWT. Foto ilustrasi/ist
Dikisahkan, Da’tsur merupakan seorang jagoan Arab yang berniat menghabisi nyawa Rasulullah SAW. Setelah sekian lama mencari kesempatan, tibalah saat yang dinantikannya. Ia mendapati Rasulullah sedang beristirahat sendirian di bawah pohon kurma.
Tanpa membuang waktu, Da’tsur mendekati Rasulullah, menghunus pedangnya, lalu menodongkannya ke leher beliau. “Wahai Muhammad, sekarang engkau sendirian. Siapa yang akan menolongmu?” gertak Da’tsur.
Dengan tenang dan penuh keyakinan, Rasulullah menjawab, “Allah!”
Mendengar jawaban tersebut, Da’tsur konon langsung gemetar dan kehilangan kekuatannya hingga pedang yang dipegangnya terjatuh. Rasulullah kemudian mengambil pedang itu dan berbalik mengarahkannya kepada Da’tsur.
Baca juga: 5 Ciri Orang yang Yakin kepada Allah SWT, Tak Gelisah soal Rezeki
“Sekarang, siapa yang akan menolongmu?” tanya Rasulullah.
Da’tsur menjawab, “Tidak ada, wahai Muhammad, kecuali engkau mau menolongku!”
Kisah ini memberikan pelajaran tentang bagaimana keyakinan yang kuat kepada Allah dapat membentuk keteguhan hati seseorang ketika menghadapi ancaman dan kesulitan.
Tauhid Rasulullah SAW yang Sempurna
Mengutip tasdiqulquran.or.id, dijelaskan bahwa, bagi orang yang mendalami makrifat, kisah di atas dapat dimaknai sebagai gambaran tentang keteguhan Rasulullah SAW dalam bertauhid. Ketika berhadapan dengan Da’tsur, beliau tidak semata-mata melihat ancaman dari seorang manusia, tetapi juga meyakini bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah SWT.
Jawaban “Allah” yang keluar dari lisan Rasulullah bukan sekadar ucapan, melainkan ungkapan keyakinan yang mendalam. Beliau menyadari bahwa manusia, termasuk orang yang mengancam nyawanya, tetap merupakan makhluk yang berada di bawah kekuasaan Sang Pencipta.
Rasulullah SAW merupakan manusia yang paling mengenal Allah dan paling sempurna ketakwaannya. Keyakinan beliau tidak hanya berupa pengetahuan tentang keberadaan Allah, tetapi juga keyakinan yang tercermin dalam seluruh sikap, perkataan, dan perjuangan hidupnya.

