
loading…
Koordinator Sosial dan Politik BEM UI Hafidz Hernanda diduga menjadi korban penganiayaan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) saat berkendara di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Foto/SindoNews
Direktur Eksekutif Amnesty International, Usman Hamid menduga, penyerangan terhadap Hafidz berkaitan dengan rencananya bersama sejumlah kampus untuk melakukan aksi damai pada 20 Oktober mendatang.
“Kami belum lama ini bertemu dengan saudara Hafidz Haernanda dalam suatu acara peringatan September hitam, dan Hafidz memang tengah merencanakan sebuah unjuk rasa yang sangat damai pada 20 Oktober nanti,” kata Usman Hamid, Selasa (6/10/2026).
“Bisa jadi, serangan terhadap Hafidz yang terjadi pada hari Minggu 4 Oktober tengah malam, sangat berhubungan dengan rencana Hafidz bersama sejumlah kampus untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Bahkan kita tahu Hafidz adalah seorang aktivis mahasiswa yang sangat kritis dan berani untuk menyampaikan aspirasi rakyat Indonesia,” sambungnya.
Baca juga: Polda Metro Jaya Selidiki Kasus Aktivis BEM UI Diserang OTK di Tebet
Pihaknya mengecam serangan yang dialami oleh Hafidz itu. Usman menjelaskan, Hafidz mengalami penganiayaan hingga terjatuh dari motor, bahkan diduga ditodongkan senjata api.
“Tindakan kekerasan terhadap Hafidz sama sekali tidak bisa dibenarkan. Ia ditendang ketika mengendarai motor sampai terjatuh, ia dipukul bahkan diancam hendak dibunuh, bahkan juga ponselnya dirampas dan ditodongkan dengan dugaan senjata,” ujarnya.

