Selain roket, Wenchang juga mengandalkan potensi yang muncul setelah satelit berada di orbit.
Pusat superkomputasi antariksa menyediakan infrastruktur untuk pemrosesan dan pemanfaatan data satelit. Li dari HKU mengatakan, data bisa menjadi salah satu bagian terpenting dari ekonomi antariksa komersial, seiring semakin besarnya nilai industri yang berasal dari pemanfaatan data satelit di Bumi, mulai dari pemetaan dan pemantauan hingga layanan berbasis data lainnya.
Namun, membangun ekonomi tersebut membutuhkan lebih dari sekadar infrastruktur. Menurut Li, Wenchang masih membutuhkan wirausahawan, tenaga ahli, pembiayaan, asuransi, dan perusahaan yang mampu mengomersialkan data satelit.
Ia melihat Hong Kong dan Singapura dapat memainkan peran yang saling melengkapi dalam bidang seperti permodalan, pemanfaatan data, asuransi dan arbitrase, dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing dalam keuangan dan jasa profesional.
Kerja sama awal sudah mulai terjalin: pusat superkomputasi Wenchang telah bekerja sama dengan peneliti HKU dalam penginderaan jauh satelit dan pemanfaatan AI, sementara pelaku usaha setempat telah menjajaki Singapura untuk layanan data satelit di luar negeri.
“Mereka membutuhkan bisnis, data, dan uang, dan di sinilah Hong Kong dan Singapura sama-sama bisa memberikan dukungan,” ujarnya.

